Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana membantah bahwa minat wisatawan untuk mengunjungi Bali menurun pada tahun lalu.
Hal ini disampaikan Widiyanti dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI di Jakarta pada hari ini, Rabu (4/2/2026).
“Sekaligus kami luruskan, tidak benar bahwa Bali sepi [wisatawan], terlihat kunjungan yang tetap mencapai 12,2 juta kunjungan di Januari hingga November 2025,” kata Widiyanti.
Menurutnya, data tersebut diperoleh dari olah data yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) bersama Bappenas dan Kemenpar.
Widiyanti memaparkan bahwa statistik pada sebelas bulan 2025 itu berdasarkan pada metode Mobile Positioning Data atau MPD, yakni metode berbasis sinyal telpon seluler di dalam destinasi pariwisata prioritas.
Tak hanya di Bali, dia pun menyebut bahwa persebaran wisatawan terus diupayakan Kemenpar agar dirasakan destinasi prioritas lainnya.
Baca Juga
- Prabowo Soroti Pantai Bali yang Kotor, Menpar Dapat Arahan Ini
- Pemda Bali Tak Bisa Atasi Sampah, Prabowo: Bagaimana Turis Mau Datang ke Sana?
- Disorot Prabowo, Timbulan Sampah di Bali Mencapai 1,2 juta ton Per Tahun
Berdasarkan catatan Bisnis, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai mencatat telah melayani 7,1 juta wisatawan mancanegara (wisman) yang masuk ke Bali sepanjang 2025. Turis asing asal Australia masih mendominasi.
General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai, Nugroho Jati menjelaskan wisatawan asal Australia masih menempati urutan pertama yaitu 1,67 juta orang atau 23% dari total kedatangan WNA, di posisi kedua India mendekati 584.000 orang, dan ketiga WNA asal China, sebanyak 560.000 orang.
Jati menjelaskan jumlah penumpang bandara internasional berbanding lurus dengan trafik penumpang dan pesawat, proporsi layanan kargo tahun 2025 juga dominasi kargo internasional, yakni 78.500 ton (72%) dan sekitar 30.000 ton kargo domestik, sehingga total produksi kargo mencapai 108.000 ton setahun.
“Kami memastikan peningkatan trafik akan tetap diimbangi dengan kualitas pelayanan yang konsisten. Fokus kami adalah menghadirkan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan efisien bagi seluruh penumpang,” jelas Jati, Senin (12/1/2026).



