Institut Ellison Dorong Manusia Hidup Lebih Lama dan Produktif: Fokus pada Biologi Generatif

harianfajar
11 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, LONDON – Di tengah derasnya perkembangan kecerdasan buatan (AI), krisis iklim, dan ketegangan geopolitik, miliarder sekaligus pendiri Oracle, Larry Ellison, memilih fokus pada isu yang lebih mendasar: proses penuaan manusia. Melalui institut riset yang didirikannya di Oxford, Ellison menempatkan biologi generatif sebagai inti strategi untuk memperpanjang usia sekaligus menjaga produktivitas manusia.

Motivasi pribadi Ellison bersifat filosofis. Ia pernah menyatakan, “Kematian tidak pernah masuk akal bagi saya.” Pandangan tersebut mencerminkan cara berpikir seorang pengusaha teknologi yang melihat batas biologis bukan sebagai takdir, melainkan tantangan teknis yang bisa direkayasa.

Masa Depan Dimulai dari Usia 50 Tahun

Andrew Scott, profesor ekonomi sekaligus pakar umur panjang di Institut Ellison, menegaskan urgensi riset ini dengan data yang jelas. “Seorang anak yang lahir hari ini memiliki peluang 50 persen untuk hidup hingga usia 90 tahun,” ujarnya.

Scott menambahkan, hampir seluruh pertumbuhan lapangan kerja di masa depan akan datang dari kelompok usia di atas 50 tahun. “Jika kita bisa mengurangi separuh laju penurunan partisipasi kerja seiring bertambahnya usia, maka akan ada dorongan 4 persen terhadap PDB. Itu hampir seperti makan siang gratis bagi pertumbuhan,” katanya.

Taruhan Ellison semakin relevan karena struktur demografi dunia tengah bergeser drastis. Lebih dari seperlima populasi Uni Eropa kini berusia 65 tahun ke atas. Di Amerika Serikat, satu dari enam orang berada dalam kelompok usia yang sama, dengan jumlah yang diproyeksikan melampaui 80 juta pada 2050.

Sementara itu, tingkat kelahiran di Eropa terus menurun. Pada 2023, angka kelahiran hanya 1,38 per perempuan, jauh di bawah ambang 2,1 yang dibutuhkan untuk menjaga kestabilan populasi tanpa migrasi.

Profesor Columbia Business School, Rita McGrath, menekankan bahwa perubahan demografi bukan sekadar persoalan sosial, melainkan titik balik strategis bagi ekonomi global. “Banyak dari kita mengalami titik balik seolah-olah semuanya berubah dalam satu momen, padahal kenyataannya perubahan itu berlangsung bertahap, lalu tiba-tiba terasa sangat nyata,” jelasnya. (jpg/*)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pemkot Surabaya Aktif Koordinasi Lintas Sektor Antisipasi Virus Nipah
• 17 jam lalurealita.co
thumb
Karier Paling Cocok untuk Kepribadian ISFJ
• 55 menit lalubeautynesia.id
thumb
Berebut Lapak di Alun-Alun Sidoarjo, CFD Perdana Berujung Keributan
• 15 jam lalurealita.co
thumb
Andra Soni Sowan ke Balai Kota DKI, Bahas MRT Rute Tangsel hingga Bendung Polor
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
DKI dan Banten Kembangkan Bendung Polor untuk Air Bersih-Pengendalian Banjir
• 22 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.