Bos Pertamina Beberkan Rencana Strategis Usai Merger 3 Anak Usaha

bisnis.com
11 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — PT Pertamina (Persero) resmi menyatukan subholding yang bergerak di sektor hilir yaitu PT Pertamina Patra Niaga (PPN), PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), dan segmen bisnis PT Pertamina International Shipping (PIS), bergabung (merger) menjadi subholding downstream.

PPN saat ini menjadi entitas penerima penggabungan. Penggabungan dimaksud dilakukan melalui proses evaluasi yang mendalam termasuk melalui tahapan benchmarking terhadap perusahaan oil company sejenis lainnya.

Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri menuturkan, penyatuan ini akan menciptakan ekosistem bisnis yang berkesinambungan, mengintegrasikan proses pengolahan bahan bakar di kilang, distribusi energi ke seluruh wilayah Indonesia, hingga pemasaran produk yang memenuhi kebutuhan masyarakat.

Dengan terintegrasinya rantai pasok hilir, Pertamina memastikan ketersediaan energi (Availability) yang lebih andal, aksesibilitas (Accessibility) yang menjangkau seluruh pelosok negeri, produk energi yang memenuhi kebutuhan masyarakat dan lingkungan (Acceptability), serta harga yang kompetitif (Affordability).

Selain itu, integrasi ini mempercepat transisi energi melalui pengembangan portofolio bahan bakar rendah karbon (Sustainability).

Simon mengungkapkan, integrasi ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat kepastian pasokan energi nasional, serta meningkatkan daya saing perusahaan.

Menurutnya, dengan sistem yang terintegrasi, koordinasi antar fungsi berjalan lebih cepat, pengambilan keputusan lebih efektif, dan investasi yang lebih optimal.

“Di tengah perubahan geopolitik, tuntutan transisi energi, dan persaingan global yang semakin ketat. Indonesia membutuhkan Pertamina yang lincah, kuat, dan terintegrasi. Ketika kilang, distribusi, dan logistik serta pemasaran bekerja sebagai satu sistem, kita dapat menghilangkan redundansi, mempercepat layanan, dan menghadirkan pasokan energi yang andal dari Sabang sampai Merauke,” ujar Simon melalui keterangan resmi, Rabu (4/2/2026).

Melalui Subholding Downstream, Pertamina menargetkan transformasi dalam lini bisnisnya, khususnya yang terkait dengan peningkatan pelayanan ke masyarakat.

Simon menyebut, integrasi yang dilakukan tidak akan mengganggu pelayanan terhadap masyarakat maupun terhadap mitra bisnis dan pekerja, sebaliknya menargetkan penyediaan energi yang semakin handal untuk masyarakat melalui peningkatan kolaborasi lintas divisi serta memberikan dampak yang lebih besar bagi bangsa dan generasi mendatang dengan semangat Energizing Indonesia.

Sementara itu, Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron menyatakan, langkah ini menjadi bukti nyata komitmen Pertamina dalam mengimplementasikan Asta Cita swasembada energi.

"Integrasi bisnis hilir berlaku per 1 Februari 2026 ini bukan sekadar perubahan organisasi, melainkan upaya penguatan fondasi untuk menjadikan Pertamina sebagai soko guru bangsa dalam penyediaan energi. Dengan proses bisnis yang lebih efisien dan terintegrasi, kami memastikan pelayanan energi kepada masyarakat Indonesia semakin optimal dan tangguh dalam menghadapi tantangan global," tutup Baron.

Baca Juga

  • Sah! Pertamina Merger 3 Bisnis Hilir ke Subholding Downstream
  • Profil Mega Satria yang Baru Diangkat Jadi Dirkeu Pertamina
  • Mega Satria Ditunjuk jadi Direktur Keuangan Pertamina

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero
• 15 jam lalutvonenews.com
thumb
Menteri Perindustrian: IIMS 2026 Jadi Katalis Pertumbuhan Otomotif di Tengah Pemulihan Bertahap
• 4 jam lalukompas.id
thumb
Pemprov Sulsel Gelar Gebyar Akselerasi Pendapatan 2026, Wajib Pajak Berpeluang Raih Umroh hingga Mobil
• 44 menit laluharianfajar
thumb
Sambut Ramadan, PBBDD dan PMI Pekanbaru Gelar Donor Darah
• 18 jam lalutvrinews.com
thumb
Presiden Prabowo Lantik Juda Agung Jadi Wamenkeu dan Adies Kadir Hakim MK
• 34 menit lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.