Murka Orang Nomor Satu di NTT Meledak, Sesalkan Pemda Ngada Imbas Siswa SD Bunuh Diri Diterpa Ekonomi: Lamban

tvonenews.com
8 jam lalu
Cover Berita

Kupang, tvOnenews.com - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena murka kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Ngada. Emosionalnya meluap imbas tragedi siswa SD, YBR (10), ditemukan bunuh diri, Kamis (29/1/2026).

Melki meluapkan amarahnya kepada Pemda Ngada lantaran kasus anak SD gantung diri. Faktor utama siswa kelas IV SD mengakhiri hidupnya menyusul karena tekanan kemiskinan.

Ia menegaskan, tragedi dialami YBR bukan hal biasa. Anak SD bunuh diri diterpa kesulitan ekonomi menjadi alarm keras atas kegagalan instansi pemerintah setempat, khususnya provinsi.

"Jangan anggap ini biasa! Ada seorang anak di NTT mati hanya karena tidak bisa membeli buku dan pena," ujar Melki dalam keterangannya di Kupang, Rabu (4/2/2026).

Malu Anak SD Gantung Diri Dihantam Faktor Kemiskinan
Gubernur NTT, Melki Laka Lena
Sumber :
  • Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Ia mengaku akibat tragedi dialami YBR heboh, mendapatkan banyak pesan dan pertanyaan dari sejumlah menteri, DPR, hingga berbagai tokoh nasional untuk memastikan kondisi kemiskinan di NTT.

Ia merasa malu tragedi siswa SD berusia 10 tahun mengakhiri hidupnya secara tragis. Apalagi kasus tersebut mengguncang kesedihan dan pilu dari publik.

"Malu! Ini Warga Negara Indonesia, orang NTT juga tapi mati gara-gara dilanda kemiskinan," tegasnya.

Ia menyesali pemerintah setempat gagal. Akibatnya, kegagalan ini juga berdampak pada instansi pemerintah terutama di lingkungan provinsi, peranata sosial, keagamaan, hingga budaya.

Sentil Pemda Ngada Lamban Tangani Kasus Siswa SD Bunuh Diri

Di Program Kabar Utama tvOne, pria bernama asli Emanuel Melkiades Laka Lena menyayangkan sikap Pemda Ngada. Ia memperoleh kabar kedatangan pemerintah setempat lamban menangani kasus tersebut.

Ia menegaskan, kegagalan sikap Pemda Ngada mengurus tragedi dialami bocah SD bunuh diri menurunkan citra pemerintah setempat, khususnya juga berdampak pada Pemprov NTT.

"Saya mengoreksi teman-teman di Kabupaten Ngada sendiri. Menurut saya, mereka termasuk agak lamban bergerak untuk urusan ini," tegas Melki.

Meski begitu, ia juga menyalahkan tragedi ini menjadi alarm keras bagi Pemprov NTT. Ia mengaku gagal mengentas persoalan kemiskinan warga di wilayahnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
BPS: Pertumbuhan Ekonomi RI Sepanjang Tahun 2025 Capai 5,11%, Kuartal IV 5,39%
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Presiden Prabowo Beri Atensi Kasus Siswa SD NTT, Pemerintah Pastikan Tak Terulang
• 4 jam lalutvrinews.com
thumb
Menkeu Purbaya: Revisi UU P2SK Kunci Perkuat Sektor Keuangan dan Pertumbuhan Ekonomi
• 23 jam laluidxchannel.com
thumb
Prioritaskan Literasi, Jangan Memprioritaskan Akreditasi
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Karena Tidak Bisa Beli Buku dan Pena, Tinggalkan Surat untuk Ibu
• 16 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.