Warga Protes Bendera Partai di Flyover, Gerindra Janji Copot Usai Acara HUT

kompas.com
8 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Gerindra, Rani Mauliani memberikan respons atas pemasangan bendera dan atribut parpolnya di sejumlah titik di Jakarta.

Rani memastikan, akan ada penertiban internal usai masa izin pemasangan atribut partai berakhir.

"Biasanya waktu pasangnya sekitar satu minggu seperti pada umumnya. Jajaran yang memasang bendera akan menurunkan lagi pada waktu yang sudah ditentukan," ujar Rani saat dikonfirmasi Kompas.com, Kamis (5/2/2026).

Baca juga: Flyover Jakarta Bukan untuk Atribut Partai Politik

Menurut Rani, pemasangan atribut partai dilakukan untuk menyambut hari ulang tahun (harlah) ke-18 tahun Partai Gerindra.

Ulangtahun Gerindra diperingati pada 6 Februari.

Rani bilang, pemasangan atribut parpolnya sudah atas izin dari pemerintah provinsi DKI Jakarta.

Namun, ia memahami aspirasi masyarakat yang khawatir dengan dampak pemasangan tersebut.

"Kami akan meminta jajaran struktural di lima wilayah Jakarta khususnya di jalan-jalan protokol untuk memantau posisi atribut agar dalam posisi baik dan benar," jelas Rani

"Sehingga insya Allah tidak menimbulkan masalah dan keresahan masyarakat," imbuh dia.

Berdasarkan pantauan Kompas.com pada Rabu (4/2/2026), bendera Partai Gerindra masih terpasang di sejumlah titik di Jakarta.

Antara lain di dekat flyover Pancoran (Jakarta Selatan) di Jalan Penjernihan I Tanah Abang, (Jakarta Pusat) dan di flyover Ladokgi Jalan Gerbang Pemuda yang dekat dengan kawasan Gelora Bung Karno (GBK).

Baca juga: Satpol PP Janji Copot Bendera Parpol di Flyover Senayan, tapi Usai Acara Partai

Warga protes

Sebelumnya, keberadaan atribut bendera partai politik yang menjamur di sepanjang flyover Ladokgi, area GBK Jakarta Pusat, menuai keluhan warga.

Sodik (45), seorang warga sekitar mengeluhkan keberadaan tiang bambu penyangga bendera tersebut karena kerap digunakan sebagai senjata saat terjadi kericuhan atau demonstrasi di sekitar Gedung DPR/MPR RI.

"Itu kalau lagi ada demo di depan DPR, itu bambunya dicabutin. Jadi senjata itu," kata Sodik saat ditemui Kompas.com di lokasi, Selasa (3/2/2026).

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Ia menilai, lokasi flyover yang strategis dan dekat dengan titik kumpul massa membuat bambu-bambu bendera itu rawan disalahgunakan.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Mensesneg: Belum Ada Rencana Reshuffle Ganti atau Geser Menteri
• 4 jam lalukompas.com
thumb
Pria di Sorong Tikam Mantan Pacar hingga Tewas, Motifnya Cemburu
• 14 jam laludetik.com
thumb
Zayn Malik Pernah Pakai Dating Apps, Tips Kencan untuk Orang Sibuk
• 19 jam lalugenpi.co
thumb
Potensi Besar Timnas Futsal Indonesia Menembus Final Piala Asia 2026: Harus Robohkan Dominasi Jepang Sesingkat-singkatnya
• 7 jam lalubola.com
thumb
Kontainer Timpa Mobil di Jalur Trans Pangkep, Tiga Orang Tewas
• 6 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.