Pasar mata uang kripto mengalami tekanan dalam sepekan terakhir. Gelombang aksi jual besar-besaran yang dipimpin oleh Bitcoin telah menghapus hampir USD 500 miliar dari total kapitalisasi pasar kripto.
Mengutip Bloomberg pada Kamis (5/2), berdasarkan data CoinGecko, nilai pasar kripto global menyusut sekitar USD 467,6 miliar sejak 29 Januari 2026. Bitcoin jadi penyumbang utama penurunan setelah anjlok ke level terendah sejak kemenangan kembali Donald Trump dalam pemilihan presiden AS pada November 2024.
Bitcoin sempat anjlok menyentuh level terendah 15 bulan di USD 72.877 sebelum kembali menguat terbatas. Hingga Rabu (4/2) pagi waktu New York, aset kripto terbesar tersebut diperdagangkan di kisaran USD 74.800.
Penurunan ini terjadi meskipun pemerintahan AS dinilai lebih ramah terhadap aset digital dan adopsi institusional terus meningkat. Sejak mencapai rekor tertinggi pada awal Oktober 2025, harga Bitcoin telah merosot sekitar 40 persen.
Pelemahan berkepanjangan ini juga dipicu oleh likuidasi besar pada 10 Oktober lalu yang menghapus USD 19 miliar posisi leverage, meninggalkan dampak mendalam bagi pasar.
"Meskipun terjadi sedikit pemulihan sejak awal hari Rabu, rangkaian titik tertinggi dan terendah lokal yang lebih rendah menunjukkan bahwa aksi jual saat harga naik masih dominan di pasar," ujar analis pasar utama FxPro, Alex Kuptsikevich.
Tekanan di pasar kripto terjadi di tengah volatilitas global yang tinggi. Ketegangan geopolitik antara AS dan Iran mendorong investor beralih ke aset aman. Sementara emas dan perak mulai balik diminati, kripto justru gagal menarik dukungan pasar.
Kondisi ini kembali memunculkan perdebatan mengenai peran Bitcoin sebagai “emas digital”. Investor Michael Burry menilai Bitcoin belum mampu berfungsi sebagai aset lindung nilai dan masih bersifat spekulatif.
"Pergerakan Bitcoin baru-baru ini menandai berakhirnya apa yang kami sebut sebagai fase 'Efek Tinkerbell'," tulis analis Deutsche Bank.
Aksi jual juga tercermin di pasar derivatif. Dalam 24 jam terakhir, lebih dari USD 700 juta posisi kripto dilikuidasi, sehingga total likuidasi sejak akhir Januari mencapai USD 6,67 miliar, menurut CoinGlass.
Sementara itu, arus dana ke ETF Bitcoin di Amerika Serikat masih bergejolak. Setelah mencatat arus masuk USD 562 juta pada awal pekan, dana sebesar USD 272 juta justru keluar pada Selasa (3/2).
CEO Galaxy Digital, Michael Novogratz, menilai perubahan sentimen investor turut memperparah tekanan.
"Dan entah bagaimana virus atau demam itu mereda, dan Anda mulai melihat beberapa penjualan," kata dia.

:quality(80):format(jpeg)/posts/2026-02/05/featured-4fabd699aee0bdb37663a75d6efbb811_1770274729-b.jpg)


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5225196/original/013668100_1747657348-Ilustrasi_-_Stefano_Lilipaly_copy.jpg)