Pengungsi Pascabencana Sumatera Terus Berkurang, Satgas PRR Fokus Pulihkan Ekonomi dan Layanan Dasar

liputan6.com
9 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Pemulihan pascabencana di wilayah Sumatera terus menunjukkan progres positif. Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) melaporkan bahwa jumlah pengungsi di Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) mengalami penurunan signifikan. Proses pemulihan kini difokuskan pada normalisasi layanan dasar, pembangunan hunian sementara (huntara), dan pengaktifan kembali kegiatan ekonomi masyarakat.

Hingga 3 Februari 2026, total pengungsi yang tercatat sebanyak 102.480 jiwa, turun drastis dari angka awal pada 2 Desember 2025 yang mencapai 2.178.269 jiwa. Hal ini menandakan bahwa mayoritas warga telah kembali ke rumah masing-masing atau menempati hunian sementara yang layak.

Advertisement

Kehidupan ekonomi juga mulai menggeliat. Satgas PRR menyebutkan bahwa sebanyak 553 pasar rakyat kini telah kembali beroperasi di tiga provinsi terdampak bencana. Rinciannya meliputi 465 pasar di Aceh, 57 di Sumut, dan 31 di Sumbar. Pulihnya aktivitas pasar ini turut didukung oleh pemulihan akses jalan dan distribusi logistik di berbagai wilayah.

Sementara itu, penyaluran Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi korban bencana juga terus berjalan. Satgas mencatat, angka penyaluran DTH telah melampaui 90 persen secara keseluruhan: Sumbar 97,06 persen, Aceh 91,90 persen, dan Sumut 86,12 persen. Dana tersebut disalurkan langsung ke rekening penerima sebagai dukungan pemenuhan kebutuhan mandiri sambil menunggu pembangunan hunian tetap.

 

(Foto:Dok.Kemendagri)

Untuk mempercepat pemulihan konektivitas, sinergi lintas sektor terus dilakukan. Seluruh ruas jalan dan jembatan nasional di wilayah terdampak dilaporkan dalam kondisi fungsional. TNI Angkatan Darat, khususnya Kodam Iskandar Muda dan Kodam I/Bukit Barisan, telah menyelesaikan pembangunan sejumlah jembatan darurat di Aceh. Di sisi lain, Polri menyebut perbaikan jalan di Sumbar telah rampung, sementara progres serupa tengah berlangsung di Aceh dan Sumut.

Dari aspek layanan dasar, Satgas PRR memastikan pasokan air bersih dan fasilitas sanitasi tetap terpenuhi. Sejauh ini, sebanyak 666 sumur bor dan 168 unit MCK telah dibangun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.

Juru Bicara Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Amran, menegaskan bahwa proses pemulihan tidak hanya terfokus pada pembangunan fisik, melainkan juga pemulihan sosial masyarakat.

“Fokus kami bukan sekadar membangun kembali infrastruktur yang rusak, tetapi memastikan masyarakat bisa kembali menjalani kehidupan secara normal. Dengan terus menurunnya jumlah pengungsi dan mulai pulihnya aktivitas ekonomi, proses rehabilitasi dan rekonstruksi kini memasuki fase yang lebih stabil,” ujar Amran dalam keterangan pers di Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Lebih lanjut, Satgas PRR mengajak masyarakat untuk turut menjaga fasilitas umum yang telah diperbaiki serta mendukung kelanjutan program rehabilitasi dan pembangunan hunian tetap secara bertahap.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Sepanjang 2025 Ekonomi RI Tumbuh 5,11 Persen, Konsumsi Rumah Tangga Jadi Penggerak
• 3 jam lalukompas.tv
thumb
Pelatih Jepang Puji Timnas Futsal Indonesia: Tak Ada Celah, Susah Dilawan
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Pimpin Apel Pembersihan Sungai Deli, Zakiyuddin Harahap: Gerakan Bersih Sampah Sesuai Instruksi Presiden Prabowo
• 10 menit lalumediaapakabar.com
thumb
Di Balik Polemik: Mengapa Reformasi Polri di Bawah Presiden Dipilih Komisi III DPR?
• 6 jam lalusuara.com
thumb
BPS: Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,21 Persen Sepanjang 2025
• 45 menit laluliputan6.com
Berhasil disimpan.