Bisnis.com, SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya resmi membuka pendaftaran pelatihan tukang bangunan. Warga yang berkeinginan untuk meningkatkan kompetensi diharapkan dapat mendaftarkan diri sekaligus bisa memperoleh sertifikasi resmi di bidang konstruksi.
Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kota Surabaya Agus Hebi Djuniantoro menyebut program tersebut adalah kelanjutan pemetaan tenaga tukang yang telah dilakukan sejak tahun 2025.
“Terkait pelatihan tukang, sebenarnya program ini sudah kami mulai sejak tahun 2025 melalui pemetaan tenaga tukang warga Kota Surabaya," ungkap Hebi, Rabu (4/2/2026).
Berdasarkan hasil pemetaan Disperinaker Kota Surabaya, terdapat 1.042 tenaga tukang, dengan rinciannya terdiri atas 118 kepala tukang, 146 mandor, 331 pembantu tukang, dan 447 tukang sesuai bidang keahliannya masing-masing.
"Dari pemetaan itu, tujuan utama kami adalah meningkatkan penyerapan tenaga kerja, baik oleh Pemkot Surabaya maupun oleh perusahaan-perusahaan di luar Pemkot,” beber Hebi.
Hebi menjelaskan program pelatihan tersebut terdiri atas dua jenjang. Jenjang pertama disediakan bagi tenaga pelaksana atau operator, yaitu pembantu tukang dan tukang.
Baca Juga
- Folago (IRSX) Incar Cuan Konser Westlife di Jakarta-Surabaya
- Riwayat Rumah Radio Bung Tomo di Surabaya, Hilang Tanpa Jejak seusai Dirobohkan
- Penampakan Terkini Rumah Radio Bung Tomo di Surabaya yang Disinggung Prabowo
Sementara, jenjang kedua ditujukan bagi tenaga yang memiliki peran pengawasan, seperti mandor dan tukang berpengalaman, yang di mana wajib melampirkan surat keterangan pernah bekerja sebagai tukang dari perusahaan atau tempat kerja sebelumnya.
Sementara bagi peserta jenjang pertama, persyaratan relatif lebih sederhana dan tidak wajib melampirkan portofolio kerja. Bagi tukang harian atau pekerja lepas yang kesulitan memperoleh surat keterangan, dapat melampirkan sertifikasi kompetensi tingkat dasar.
“Dari sisi durasi, pelatihan jenjang kedua berlangsung selama tiga hari, terdiri atas dua hari pembekalan materi dan satu hari uji sertifikasi,” tambahnya.
Oleh sebab itu, Hebi menegaskan sertifikasi menjadi kunci penting agar para tukang memiliki daya saing lebih tinggi di pasar kerja. Dengan sertifikat, peserta dapat lebih mudah terserap di pasar tenaga kerja, baik untuk menggarap proyek yang dimotori pemerintah maupun bekerja di sektor swasta.
“Usai mengikuti serangkaian pelatihan atau sertifikasi kompetensi serta memperoleh sertifikat, para peserta memiliki bekal untuk mempromosikan diri, baik kepada perusahaan maupun untuk terlibat langsung dalam program pembangunan fisik yang dilaksanakan Pemkot Surabaya,” pungkasnya.
Adapun pendaftaran pelatihan dapat dilakukan secara daring melalui laman resmi Disperinaker Surabaya di https://disnaker.surabaya.go.id/three atau melalui aplikasi ASSiK di https://disnaker.surabaya.go.id/assik. Informasi lebih lanjut juga dapat diakses melalui hotline pelatihan di nomor 0851-4117-1138.





