Pertumbuhan Ekonomi RI Sepanjang 2025 Ditopang Kuat Belanja Masyarakat

kumparan.com
7 jam lalu
Cover Berita

Pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 ditopang kuat oleh meningkatnya belanja masyarakat. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, konsumsi rumah tangga kembali menjadi motor utama ekonomi nasional di tengah pulihnya aktivitas dan mobilitas warga, terutama menjelang dan selama periode liburan akhir tahun.

BPS melaporkan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia atas dasar harga berlaku (ADHB) mencapai Rp 23.821,1 triliun pada 2025. Angka tersebut tumbuh 5,11 persen secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan, dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga menjadi penyumbang terbesar terhadap laju pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun lalu. Peningkatan belanja masyarakat sejalan dengan semakin aktifnya kegiatan ekonomi, perjalanan, serta mobilitas penduduk.

“Jika dilihat dari sumber pertumbuhan maka sepanjang tahun 2025 konsumsi rumah tangga memberikan sumber pertumbuhan terbesar yaitu 2,62 persen,” ujar Amalia dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Kamis (5/2).

Menurut BPS, konsumsi rumah tangga terus menunjukkan tren positif seiring meningkatnya aktivitas masyarakat di berbagai sektor jasa. Kegiatan pariwisata yang kembali bergairah menjadi salah satu faktor penting yang mendorong belanja, khususnya pada kelompok pengeluaran tertentu.

“Konsumsi rumah tangga terus tumbuh seiring meningkatnya aktivitas dan mobilitas masyarakat,” kata Amalia.

Menurut dia, kelompok konsumsi yang mencatat pertumbuhan tinggi antara lain restoran dan hotel, sejalan dengan lonjakan aktivitas wisata selama libur akhir tahun.

Selain itu, belanja pada sektor transportasi dan komunikasi juga mengalami peningkatan signifikan, mencerminkan intensitas pergerakan masyarakat yang semakin tinggi.

Selain konsumsi, PMTB juga memberikan kontribusi penting terhadap pertumbuhan ekonomi. Kinerja positif PMTB tercermin dari meningkatnya aktivitas investasi dan penggunaan barang modal di dalam negeri.

“Berikutnya adalah PMTB tumbuh positif yang tercermin pada berbagai indikator kelompok barang modal seperti meningkatnya impor barang modal jenis mesin, produksi jenis mesin serta belanja pemerintah untuk perabot mesin, kemudian impor kendaraan dan juga pertumbuhan PMTB ini sejalan dengan peningkatan realisasi investasi yang dicatat oleh BKPM sebesar 12,66 persen,” jelas Amalia.

Dari sisi eksternal, ekspor Indonesia sepanjang 2025 juga mencatatkan pertumbuhan positif, baik untuk barang maupun jasa. Peningkatan ekspor ini ikut memperkuat kinerja ekonomi nasional di tengah dinamika global.

“Berikutnya adalah ekspor tumbuh positif baik barang non-vegas maupun ekspor jasa,” ujar Amalia.

Diaa merinci, sejumlah komoditas mengalami kenaikan nilai dan volume ekspor, terutama dari sektor industri dan pengolahan. Sementara itu, ekspor jasa juga terdongkrak oleh meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara.

Secara keseluruhan, BPS menilai kuatnya konsumsi rumah tangga menjadi sinyal positif bagi struktur pertumbuhan ekonomi Indonesia. Tingginya minat belanja masyarakat tidak hanya menopang pertumbuhan 2025, tetapi juga menjadi indikator terjaganya daya beli dan optimisme ekonomi domestik di tengah ketidakpastian global.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kasus Korupsi BJB, KPK Selidiki Sponsor Perjalanan Ridwan Kamil ke Luar Negeri
• 23 jam lalugenpi.co
thumb
Bill Gates Disebut Kena Penyakit, Melinda Gates Buka Suara
• 12 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Dari Ide ke Game Jadi, Developer Lokal Dipacu Laptop Gaming AI
• 19 jam laluviva.co.id
thumb
Pesan Kapolda Metro ke Jajaran: Jadilah Polisi yang Bermanfaat untuk Masyarakat
• 2 jam laludetik.com
thumb
BMKG: Mayoritas RI diprediksi hujan ringan pada Kamis
• 11 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.