Ditopang Geliat Manufaktur, Ekonomi Indonesia 2025 Tumbuh 5,11 Persen

kompas.id
6 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS — Perekonomian Indonesia tumbuh 5,11 persen sepanjang 2025, lebih rendah dari target 5,2 persen. Badan Pusat Statistik mengklaim, pertumbuhan aktivitas manufaktur, konsumsi domestik, dan dorongan fiskal menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi sepanjang 2025.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti, pada konferensi pers pertumbuhan ekonomi 2025 daring di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Kamis (5/2/2026), menyebut Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia atas dasar harga berlaku (ADHB) pada 2025 mencapai Rp 23.821,1 triliun.

Baca JugaEkonomi 2026: Ujian Resiliensi dan Akselerasi

Dengan basis perhitungan tersebut, pertumbuhan PDB atau pertumbuhan ekonomi secara tahunan mencapai 5,11 persen. Ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi 2024 sebesar 5,03 persen.

“Dengan demikian, ekonomi Indonesia menunjukkan tren penguatan meski berlangsung bertahap,” ujar perempuan yang akrab dipanggil Winny tersebut.

Ia menyampaikan, kinerja ekonomi 2025 mencerminkan daya tahan aktivitas ekonomi domestik yang tetap terjaga. Selain tumbuh di atas 5 persen secara tahunan, kinerja ekonomi juga menunjukkan akselerasi pada penghujung tahun. Pada triwulan IV-2025, ekonomi Indonesia tumbuh 5,34 persen secara tahunan.

Laju pertumbuhan tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan triwulan III-2025 yang hanya tumbuh 5,04 persen. Bahkan, realisasi triwulan IV-2025 juga melampaui pertumbuhan pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 5,02 persen.

Winny menjelaskan, sepanjang 2025 terdapat lima lapangan usaha dengan kontribusi terbesar terhadap perekonomian nasional. Kelima sektor tersebut adalah industri pengolahan atau manufaktur, perdagangan, pertanian, konstruksi, dan pertambangan.

Di luar sektor utama tersebut, sejumlah lapangan usaha juga mencatatkan pertumbuhan tinggi. Salah satunya adalah sektor jasa lainnya yang ditopang oleh meningkatnya aktivitas rekreasi, seiring dengan kenaikan jumlah wisatawan nusantara maupun mancanegara.

“Industri pengolahan menjadi sumber pertumbuhan tertinggi, yakni sebesar 1,07 persen. Di sisi lain, pertanian memberikan sumber pertumbuhan yang relatif besar dibanding tahun-tahun sebelumnya,” ujar Amalia.

Pertumbuhan industri pengolahan terutama didorong oleh permintaan domestik dan permintaan luar negeri yang tetap kuat. Industri makanan dan minuman tumbuh 6,39 persen sepanjang 2025.

Industri pengolahan menjadi sumber pertumbuhan tertinggi, yakni sebesar 1,07 persen.

Kinerja industri makanan dan minuman tersebut didukung oleh peningkatan produksi beras, minyak kelapa sawit (CPO) dan turunannya, serta terjaganya kapasitas produksi di subsektor pangan.

Sementara itu, industri logam dasar mencatatkan pertumbuhan paling tinggi, yakni 15,71 persen. Pertumbuhan ini sejalan dengan tingginya permintaan ekspor, terutama untuk komoditas besi, baja, dan logam mulia.

“Industri kimia, farmasi, dan obat tradisional juga tumbuh solid sebesar 8,35 persen. Peningkatan ini ditopang oleh permintaan domestik terhadap bahan kimia dasar serta produk farmasi, khususnya pada segmen obat dan produk kesehatan,” kata Winny.

Optimisme pemerintah

Dari sisi kebijakan, pemerintah menilai momentum pertumbuhan ekonomi masih terjaga hingga awal 2026. Kementerian Keuangan optimistis ekonomi nasional tetap kuat meski sempat diwarnai volatilitas pasar keuangan.

Direktur Jenderal Strategi dan Ekonomi Fiskal Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu, menyampaikan, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 5,4 persen dengan menjaga momentum hingga triwulan IV dan berlanjut ke awal triwulan I tahun berikutnya.

“Ke depan, pemerintah akan mempercepat belanja negara, terutama di awal tahun, supaya momentumnya terus terjaga,” ujar Febrio.

Menurut Febrio, salah satu pendorong utama pertumbuhan adalah pembalikan aktivitas manufaktur yang mulai terlihat menguat dan berlanjut hingga Januari 2026. Hal ini tercermin dari meningkatnya aktivitas produksi dan permintaan di sektor riil.

Selain itu, penyaluran kredit perbankan juga menunjukkan perbaikan yang cukup signifikan. Pertumbuhan kredit yang sebelumnya berada di kisaran 7,5 persen pada Agustus, meningkat menjadi 9,7 persen.

“Angka ini sudah cukup dekat dengan estimasi awal kami yang mendekati 10 persen. Artinya, pembiayaan ke sektor riil mulai bergerak lagi dan ini sinyal yang sangat positif,” kata Febrio.

Dari sisi permintaan, konsumsi rumah tangga diperkirakan tetap menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi, terutama pada triwulan IV-2025. Pemerintah menilai meningkatnya kepercayaan konsumen akan mendorong belanja masyarakat.

“Kepercayaan konsumen meningkat, ditambah dengan berbagai stimulus yang diberikan pemerintah. Itu akan tecermin di konsumsi rumah tangga yang tetap kuat,” ujar Febrio.

Terkait gejolak pasar modal pada awal 2026, Febrio menegaskan fluktuasi tersebut tidak berdampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, pergerakan pasar modal perlu dilihat dari tren jangka panjang.

Sementara itu, dalam laporan tertulisnya, ekonom LPEM FEB UI, Teuku Riefky, menyebut pertumbuhan ekonomi 2025 mengalami fluktuasi musiman. Berkaca dari 2025, ia menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 masih sangat bergantung pada tiga pilar utama, yakni konsumsi rumah tangga, belanja pemerintah, dan investasi.

Sementara itu, kontribusi sektor eksternal relatif terbatas. Ini disebabkan oleh meningkatnya impor barang modal dan bahan baku seiring menguatnya aktivitas domestik, meski neraca perdagangan 2025 masih mencatatkan surplus sebesar 41,05 miliar dollar AS.

Ekonom Bank Permata, Faisal Rachman, menilai, perbaikan permintaan domestik dan konsumsi rumah tangga di akhir 2025, menjadi faktor utama pendorong pertumbuhan ekonomi 2025, seiring dengan gencarnya stimulus fiskal dan bantuan sosial pemerintah.

“Sebagian besar indikator awal, termasuk Indeks Keyakinan Konsumen, penjualan ritel, penjualan kendaraan, serta impor barang konsumsi, menunjukkan perbaikan yang merata,” ujarnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Telkom Hadirkan Digistar Class Intern, Program Magang AI dan B2B untuk Mahasiswa
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Gelar OTT Restitusi Pajak, KPK Periksa Intensif Kepala KPP Madya Banjarmasin
• 19 jam lalurctiplus.com
thumb
Target 15 Hari, Polda Sumbar Percepat Pembangunan Dua Jembatan Bailey di Agam
• 18 jam lalutvrinews.com
thumb
Traveloka PHK Karyawan, Tetap Rekrut Pegawai Ahli AI hingga Data
• 2 jam lalukatadata.co.id
thumb
Perkuat Ekosistem Industri Terintegrasi, Krakatau Steel Group Resmikan The Level dan Sejumlah Proyek Strategis
• 22 jam lalumediaapakabar.com
Berhasil disimpan.