FAJAR, PANGKEP – Perjalanan seorang ayah mencari nafkah berakhir dengan tragedi. Amri, 35 tahun, penjual sate asal Pangkep yang merantau ke Mamuju untuk membuka usaha, tewas bersama dua buah hatinya setelah mobil yang mereka tumpangi tertimpa truk kontainer di Jalan Trans Sulawesi tepatnya di Kecamatan Mandalle, Pangkep, Rabu malam, (4/1/2026).
Hari itu, Amri bersama keluarganya sedang dalam perjalanan menuju Makassar. Niatnya sederhana: ingin menjenguk orang tua. Namun, di tengah perjalanan penuh harapan itu, musibah datang tak terduga. Truk kontainer bernomor polisi DP 8904 AP diduga kehilangan kendali setelah menghantam median jalan, lalu terguling dan menimpa mobil Honda Brio bernomor polisi DC 1471 GT yang ditumpangi keluarga kecil tersebut. Mobilnya remuk.
Amri meninggal dunia bersama dua anaknya, Aulia Amri yang baru berusia tujuh tahun dan Putri Sabria Amri yang masih lima tahun. Keduanya berpulang di usia belia, meninggalkan luka mendalam bagi keluarga. Sang istri dan seorang bayi yang juga berada di dalam mobil selamat, meski harus menanggung duka yang tak terbayangkan.
Kerabat korban, Ramlah, dengan mata berkaca-kaca menceritakan bahwa Amri sebenarnya hanya ingin pulang melihat orang tuanya. “Dia orang Pangkep, tapi merantau ke Mamuju untuk membuka warung sate. Rencananya mau ke Makassar menjenguk orang tuanya. Karena asli sini, akhirnya disemayamkan di Kanaungan,” tuturnya.
Kanit Penegakan Hukum Satuan Lalu Lintas Polres Pangkep, Ipda Habib Harahap menyampaikan kecelakaan itu melibatkan truk dengan sebuah honda brio. “Untuk sementara, hasil penyelidikan truk ini diduha menghindari mobil minibus sehingga naik ke median jalan, lalu oleng dan menimpa kendaraan yang berada di sisi kiri,” pungkasnya. (fit/*)



