Penerbangan Terakhir Jadi Film Indonesia 2026 Ke-2 Tembus 300 Ribu Penonton 

tabloidbintang.com
6 jam lalu
Cover Berita

TABLOIDBINTANG.COM - Film drama romantis penuh konflik Penerbangan Terakhir terus menunjukkan performa impresif di bioskop Tanah Air. 

Film produksi VMS Studio dengan bintang utama Jerome Kurnia dan Nadya Arina ini resmi menembus 300.796 penonton pada hari ke-20 penayangan.

Pencapaian tersebut menjadikan Penerbangan Terakhir sebagai film Indonesia kedua tahun 2026 yang berhasil menembus 300 ribu penonton, setelah sebelumnya rekor itu dicapai film horor Alas Roban.

Kabar membanggakan ini diumumkan melalui akun media sosial resmi film Penerbangan Terakhir. Dalam unggahannya, pihak produksi mengucapkan terima kasih kepada para penonton yang telah ikut merasakan emosi dan konflik dalam cerita film tersebut.

"Sudah 300.796 penumpang ikut emosi menyaksikan Nadya melabrak perselingkuhan Kapten Deva!" tulis akun tersebut.

Keberhasilan Penerbangan Terakhir dinilai cukup spesial. Pasalnya, film ini mengusung drama romansa psikologis yang kuat, berbeda dengan tren horor yang masih mendominasi pasar film Indonesia. 

Namun dengan jumlah layar dan showtime yang terus susut, film ini tampaknya tidak akan melangkah terlalu jauh. Pada hari ke-21 kemarin, Penerbangan Terakhir hanya mencatat kurang dari 2.000 penonton.

Sinopsis Penerbangan Terakhir

Penerbangan Terakhir mengangkat kisah kehidupan kru maskapai penerbangan yang terlihat glamor di permukaan, tetapi menyimpan banyak konflik emosional di baliknya. 

Cerita berpusat pada sosok Kapten Deva Angkasa, seorang pilot muda yang dikenal tampan, karismatik, dan memiliki reputasi profesional yang baik.

Namun di balik citra sempurna tersebut, Deva memiliki sisi manipulatif dalam hubungan percintaan. 

Ia dikenal gemar melakukan pendekatan emosional berlebihan atau yang sering disebut love bombing, kepada sejumlah pramugari di maskapainya.

Konflik mulai memanas ketika Deva menjalin hubungan dengan Tiara, pramugari baru yang polos dan ambisius. 

Hubungan keduanya awalnya terlihat romantis, tetapi perlahan berubah menjadi hubungan penuh tekanan emosional. 

Situasi semakin rumit ketika muncul karakter lain, termasuk Nadia, yang memicu konflik cinta segitiga dan membuka berbagai rahasia kelam dalam kehidupan Deva.

Drama hubungan, tekanan psikologis, serta dinamika kehidupan kru penerbangan menjadi daya tarik utama film ini. 

Penonton diajak menyelami sisi emosional para karakter dengan latar dunia penerbangan yang jarang diangkat dalam film Indonesia.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
AS Monaco Coret Paul Pogba dari Skuad Liga Champions
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Gandeng CIRAD, PNM Dorong Pengembangan 4,1 Juta Nasabah Mekaar Sektor Pertanian
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Anak SD di NTT Bunuh Diri, Menteri PPPA Ajak Semua Perkuat Perlindungan Anak
• 10 jam laludetik.com
thumb
Bojan Hodak Puji Dion Markx, Sebut Bek Tengah Masa Depan Persib
• 20 jam lalugenpi.co
thumb
Ibunda Manohara Tanggapi Tudingan
• 20 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.