Liputan6.com, Jakarta - Konten lokal diyakini masih menjadi kekuatan utama media nasional untuk tetap bertahan dan bersaing di tengah dominasi berbagai konten di platform global. Optimisme ini disampaikan Managing Director Emtek yang juga CEO Vidio, Sutanto Hartono.
Sutanto menuturkan, preferensi audiens Indonesia hingga kini masih berpihak pada konten dalam negeri. Baik konten di televisi, bioskop, maupun platform digital.
Advertisement
“Kalau kita lihat di Indonesia, konten lokal ini adalah tetap menjadikan king konten. Konten yang paling digemari,” kata Sutanto dalam Workshop Awal Tahun 2026 Dewan Pers bertajuk ‘Memandang Masa Depan Media: Sinergi Bisnis, Tren Periklanan, dan Integritas di Era Hiper-Konektivitas di Hall Dewan Pers, Jakarta Pusat Kamis (5/2).
Dominasi konten lokal tercermin dari data konsumsi media televisi nasional. Sutanto menyampaikan data, dari 100 program teratas setiap tahun, sekitar 94 persen di antaranya secara konsisten merupakan produksi lokal. Data ini menunjukkan, meskipun pola konsumsi media berubah di era digital, tetapi selera masyarakat Indonesia terhadap konten domestik tetap kuat.
Sutanto melihat kondisi serupa juga terlihat di industri perfilman nasional. Di mana pada 2025, hampir 70 persen tiket bioskop yang terjual merupakan film Indonesia. Jumlah penonton bioskop nasional mencetak rekor baru dengan total 80,5 juta tiket terjual dalam setahun.
“Di tahun 2025 itu kita melihat hampir 70 persen tiket jualan di bioskop itu sudah film Indonesia, bukan lagi film Hollywood,” ungkapnya.
Dia menambahkan, capaian tersebut diperkuat dengan keberhasilan dua film Indonesia yakni Jumbo dan Agak Laen yang masing-masing menembus angka lebih dari 10 juta penonton. Menurut Sutanto, fenomena ini menjadi pencapaian yang belum pernah terjadi sebelumnya di industri film nasional.
“Pertama kali dalam sejarah Indonesia kita menemukan dua judul yang menembus rekor 10 juta tiket,” ujarnya.



:strip_icc()/kly-media-production/medias/5493185/original/058208500_1770196898-IMG_4644.jpeg)
