Bikin geram, oknum debt collector pinjol gunakan orderan fiktif ambulans untuk tagih hutang

brilio.net
1 jam lalu
Cover Berita

Brilio.net - Sebuah video yang diunggah oleh akun Instagram informasi.semarang memicu kemarahan warganet. Video tersebut mengungkap aksi tidak terpuji yang diduga dilakukan oleh oknum debt collector dari salah satu layanan pinjaman online (pinjol). Oknum tersebut nekat melakukan orderan fiktif yang melibatkan fasilitas darurat kesehatan dan jasa logistik hanya demi menagih hutang.

BACA JUGA :
Kena mental gegara didatangi debt collector mobil milik Ruben Onsu, Sarwendah akui sampai ke psikolog


foto: Instagram/@informasi.semarang

Kronologi Kejadian di Semarang

Berdasarkan informasi Instagram informasi.semarang dikutip brilio.net, Kamis (5/2/2026), sebanyak tiga unit ambulans menjadi korban dalam aksi ini. Pihak ambulans awalnya menerima panggilan untuk menjemput pasien dalam kondisi darurat (emergency) yang harus segera dievakuasi ke salah satu rumah sakit di Semarang.

Selain ambulans, satu unit armada pickup Lalamove juga terkena dampak. Pengemudi Lalamove menerima pesanan untuk mengangkut sejumlah barang ke lokasi yang sama dengan titik penjemputan ambulans tersebut. Peristiwa ini terjadi Selasa (3/2/2026).

BACA JUGA :
Pertahankan motor direbut debt collector, driver ojek online terseret

foto: Instagram/@informasi.semarang

Modus Penagihan Hutang Lewat Orderan Palsu

Kejanggalan mulai terungkap saat armada ambulans dan logistik tiba di lokasi yang ditentukan. Saat pengemudi mencoba mengonfirmasi nomor telepon pemesan, jawaban yang diterima justru sangat jauh dari konteks layanan kesehatan maupun logistik.

Alih-alih memberikan instruksi penjemputan pasien, oknum penelpon justru menitipkan pesan penagihan. "Tolong sampaikan untuk segera membayar hutang," ujar oknum tersebut melalui sambungan telepon kepada para petugas di lapangan.

Himbauan bagi Masyarakat

Kejadian ini menjadi peringatan bagi para penyedia jasa layanan publik dan logistik untuk lebih waspada terhadap pesanan yang mencurigakan. Masyarakat juga dihimbau untuk menghindari penggunaan layanan pinjaman online yang tidak terjamin keamanannya agar tidak terjerumus ke dalam praktik penagihan yang melanggar etika dan mengganggu fasilitas umum.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Man City Lolos ke Final Piala Liga Inggris 2026, Pep Guardiola Sanjung Arsenal
• 5 jam lalugenpi.co
thumb
Penguatan Sistem Rating Kredit Jadi Kunci Perbaikan Tata Kelola Pembiayaan Negara
• 17 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Mengulik iCAR V23, SUV Listrik Retro-Modern Bisa Diajak Off Road!
• 6 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Siapa Kurniawan Dwi Yulianto? Legenda Timnas Indonesia yang Kini Dipercaya Tangani Garuda Muda U-17 Bareng Nova Arianto
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
Perayaan Womenpreneurs di INACRAFT 2026 Resmi Dibuka
• 6 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.