BTN Targetkan Pembiayaan 20.000 Rumah Rendah Emisi pada 2026

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menargetkan pembiayaan rumah rendah emisi hingga 20.000 unit pada tahun 2026, naik 81 persen dari capaian tahun lalu. Selain itu, perseroan juga meningkatkan porsi pembiayaan berkelanjutan untuk praktik perbankan yang ramah lingkungan (green banking), serta mengurangi emisi karbon yang berdampak pada perubahan iklim.

Direktur Risk Management BTN, Setiyo Wibowo, mengatakan hingga akhir 2025 BTN telah menyalurkan pembiayaan untuk pembangunan 11.000 rumah rendah emisi. Hal ini dilakukan oleh berbagai developer di berbagai daerah, seperti Legok (Banten), Cileungsi (Kabupaten Bogor), Medan, Semarang, Cirebon, dan Bekasi.

“Harapannya, tahun ini bisa mencapai 20.000 rumah rendah emisi, kalau bisa 30.000. Sampai tahun 2029, harapannya kita ingin membangun 150.000 unit dan sampai 2030 kita harap 200.000,” ujar Setiyo dalam keterangannya, Kamis (5/2).

Setiyo menuturkan, BTN pertama kali meluncurkan Program Rumah Rendah Emisi pada kuartal IV 2024 bersama sejumlah developer dengan target pembangunan 1.000 unit rumah rendah emisi yang bisa tercapai dalam tiga bulan. Program yang kini telah berjalan selama dua tahun tersebut didukung oleh beberapa mitra startup yang memproduksi material atau bahan bangunan ramah lingkungan (eco-friendly) dari sampah plastik yang sudah tidak bernilai.

Untuk lebih mendorong lebih banyak developer terlibat dalam Program Rumah Rendah Emisi, BTN akan menstandardisasi insentif yang akan diberikan untuk developer menjadi suatu paket yang menarik. “Bunga untuk developer rumah rendah emisi juga sudah diturunkan. Nanti akan kami standardisasi, misalnya suku bunganya bisa turun 25 basis poin. Jadi macam-macam insentifnya,” jelas Setiyo.

Tidak hanya bermitra dengan developer dan startup daur ulang, BTN juga turut melibatkan masyarakat dalam hal ini nasabah KPR untuk turut berkontribusi dalam pengurangan emisi karbon. Program yang paling utama yaitu Program “Bayar Angsuran-Mu Pakai Sampah-Mu”, yang memungkinkan debitur KPR BTN untuk mengumpulkan sampah rumah tangga melalui startup Rekosistem dan sampah tersebut dikonversi menjadi rupiah ke dalam tabungan nasabah untuk mengurangi angsuran KPR.

“Setelah dihitung-hitung, dengan mengikuti program ini bisa mengurangi cicilan KPR sekitar 10-15 persen per bulannya atau sekitar Rp100.000-150.000, ini lumayan sekali untuk memberikan penghasilan tambahan bagi rumah tangga yang terlibat,” ujar Setiyo.

Setiyo mengatakan, untuk semakin memantapkan posisinya dalam prinsip keberlanjutan, BTN berharap dapat meningkatkan total loan portfolio di sustainability atau ESG menjadi 60 persen pada 2026 dari 52 persen saat ini.

“Portofolio ESG BTN juga termasuk pembiayaan kepemilikan rumah bersubsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), karena memberdayakan MBR termasuk aspek sosial dalam ESG,” tambahnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pramono: MRT Kembangan-Balaraja Perkuat Transportasi Aglomerasi
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Canda Arief Hidayat ke Anwar Usman: Orangtua yang Sudah Tak Berguna di MK karena Segera Pensiun
• 22 jam laluokezone.com
thumb
Pemkab Tegal: Pergerakan tanah masih bersifat dinamis
• 21 jam laluantaranews.com
thumb
Perketat Pengawasan, OJK Pantau Bank Pakai AI
• 2 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Prabowo Tunjuk Juda Agung jadi Wamenkeu, Adies Kadir Resmi Jabat Hakim MK
• 1 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.