Melalui surat terbuka tertanggal Kamis (5/2/2026), putra ketiga Almarhumah Emilia Contessa ini membantah keras tudingan miring terkait kredit mobil Toyota Avanza yang menjadi sumbu permasalahan keluarga ini.
Muhammad menepis klaim pihak Ressa yang menyebut bahwa mendiang ibunya hanya menyetorkan uang muka (DP) sebesar Rp20 juta untuk satu unit mobil Avanza. Ia menegaskan angka tersebut tidak sesuai fakta.
"Saya sangat menyayangkan beredarnya informasi yang menyebut bahwa Almarhumah Ibu saya hanya menyetorkan uang muka Rp20 juta sebagai uang muka mobil Avanza," tulis Muhammad dalam unggahannya yang Grid.ID kutip, Kamis (5/2/2026).
"Informasi tersebut tidak sesuai dengan dokumen kontrak antara saya dengan perusahaan pembiayaan, di mana dalam kontrak tersebut tercantum total uang muka yang telah dibayarkan adalah sebesar Rp105 juta," tegasnya.
Tak hanya soal uang muka, Muhammad juga memastikan bahwa tanggung jawab pembayaran cicilan mobil tersebut tidak macet.
"Pembayaran cicilan mobil Avanza sampai dengan saat ini masih kami bayarkan," lanjut Muhammad.
Klarifikasi Muhammad ini menjadi krusial karena persoalan mobil inilah yang disinyalir menjadi pemantik Ressa Rosano melayangkan gugatan perdata senilai Rp7 miliar kepada Denada di Pengadilan Negeri Banyuwangi. Pihak Ressa, sebelumnya mengungkapkan bahwa kliennya merasa sakit hati dan tidak terima ketika Bu Ratih didatangi polisi dan disomasi oleh Muhammad terkait urusan mobil tersebut.
Sebagai informasi, Bu Ratih adalah adik dari Emilia Contessa (tante Denada) yang tinggal di Banyuwangi. Sosok inilah yang diklaim Ressa telah merawatnya sejak bayi layaknya anak sendiri, sementara Ressa menuding Denada menelantarkannya.
Tindakan Muhammad yang mempermasalahkan mobil di tangan Bu Ratih membuat Ressa akhirnya nekat muncul ke publik dan menuntut pengakuan status anak dari Denada. Tak main-main, Ressa menggugat Denada dengan total tuntutan mencapai Rp7 miliar.
Nilai gugatan dialokasikan sebagai ganti rugi materiil yang mencakup biaya pengasuhan sejak ia bayi hingga dewasa, termasuk kebutuhan hidup, pendidikan, dan kesehatan yang selama ini ditanggung oleh Bu Ratih. Sementara sisanya merupakan tuntutan kerugian immaterial.
Ressa mengaku mengalami tekanan psikologis berat akibat ketidakpastian status asal-usulnya serta stigma sebagai anak di luar nikah yang harus ia panggul selama bertahun-tahun.
Di akhir klarifikasinya, Muhammad menegaskan bahwa penjelasannya ini murni untuk meluruskan informasi yang simpang siur, tanpa bermaksud mengintervensi proses hukum yang mungkin sedang ditempuh oleh pihak Ressa.
"Klarifikasi ini saya sampaikan semata-mata untuk meluruskan informasi yang telah beredar luas, tanpa adanya niatan untuk mendahului atau mengganggu proses hukum yang sedang berjalan," tutup Muhammad.(*)
Artikel Asli




