JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) mengirim tenaga pendamping ke Nusa Tenggara Timur (NTT), guna membangun kesadaran HAM di tingkat desa hingga kabupaten/kota.
Pengiriman tenaga pendamping itu dilakukan buntut kasus anak sekolah dasar (SD) yang bunuh diri di Kabupaten Ngada, NTT.
“Kami rekrut akan ada pendampingan pendamping untuk yang ditempatkan di desa-desa, ya, untuk mengontrol supaya mereka ikut membangun kesadaran HAM,” kata Pigai di Jakarta, Kamis (5/2/2025), melansir Antara.
Baca juga: Usai Kasus Anak SD Bunuh Diri, Pigai Minta Gubernur NTT Data Warga Miskin Ekstrem
Menurut dia, para tenaga pendamping itu akan mengidentifikasi kebutuhan masyarakat dan membantu permasalahan prasarana, salah satunya sanitasi dan drainase.
“Nanti mereka ikut identifikasi di lokasi tersebut, baru membantu dan menyampaikan kepada instansi yang terkait melalui Kementerian HAM," ungkapnya.
"Kalau ada kesulitan nanti kami punya pendamping itu yang akan bantu, misalnya kesulitan air bersih, drainase, prasarana sanitasi atau kemiskinan atau pengangguran. Jadi, kami sudah menyiapkan itu," imbuh dia.
Selain itu, kata Pigai, Kementerian HAM telah menginstruksikan kantor wilayah (kanwil) di daerah terjadinya kasus tersebut untuk membantu terkait pendampingan di lapangan.
"Dari Kanwil HAM kemarin sudah turun, hari ini sudah di lapangan," ucapnya.
Baca juga: Kemendikdasmen Berduka Atas Meninggalnya Anak SD di NTT akibat Bunuh Diri
Sebelumnya, seorang siswa SD di Kabupaten Ngada, NTT, mengakhiri hidupnya dengan meninggalkan sepucuk surat untuk ibundanya berinisial MGT (47).
Sepucuk surat itu berisi permintaan korban kepada ibundanya untuk tidak mencari dirinya, dan mengucapkan selamat tinggal.
Diketahui, korban tersebut diketahui tinggal bersama neneknya, karena ibundanya merupakan orangtua tunggal dan bekerja sebagai petani atau serabutan.
Ibunda korban mengurusi lima orang anak, termasuk korban yang telah meninggal dunia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang