Bisnis.com, TANGERANG — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan tidak akan meluluskan permintaan penambahan anggaran dari Kementerian/Lembaga (K/L) di awal tahun ini apabila alokasi yang sudah ada belum terserap maksimal.
Purbaya mengungkapkan banyak pimpinan K/L yang mendatanginya untuk melobi kenaikan pagu anggaran. Padahal, tahun anggaran 2026 baru berjalan satu bulan dan realisasi belanja belum signifikan.
"Mereka banyak datang ke saya minta kenaikan anggaran. Padahal yang ada saja belum dipakai. Saya pastikan mereka belanja dulu itu [sampai habis], baru kita diskusi ya mengenai anggaran yang kurang di bulan-bulan berikutnya," ujarnya saat ditemui di Kabupaten Tangerang, Kamis (5/2/2026).
Bendahara negara itu menegaskan bahwa fokus utamanya saat ini adalah memastikan mesin belanja pemerintah panas sejak awal tahun. Dia tidak ingin pola penumpukan belanja di akhir tahun kembali terulang.
Untuk itu, Purbaya berencana melakukan 'safari' atau kunjungan langsung ke berbagai K/L dalam waktu dekat. Tujuannya memantau serapan anggaran bulan ke bulan (month to month).
Menurutnya, percepatan eksekusi belanja demi mengejar target pertumbuhan ekonomi 2026 yang dibidik mendekati level 6%.
Baca Juga
- Sugiono: Sumber Anggaran untuk Iuran Keanggotaan Dewan Perdamaian Masih Dibahas
- Natalius Pigai Mengeluh Tak Punya Anggaran Bantuan Sosial, Uang Pribadi Habis
- Jadwal dan Cara Daftar KIP Kuliah 2026, Total Anggaran Rp1,6 Triliun Disiapkan Kemenag
"Tidak ada [efisiensi], yang ada saya 'gebuk-gebuk' biar mereka semua belanja lebih cepat di triwulan pertama dan kedua tahun ini," tegas Purbaya.
Mantan ketua dewan komisioner Lembaga Penjamin Simpanan itu menjelaskan, optimisme target pertumbuhannya itu berdasarkan momentum pembalikan arah ekonomi sudah terjadi pada kuartal IV/2025 dengan realisasi pertumbuhan 5,39% (year on year/YoY).
Angka itu lebih tinggi dari tiga kuartal sebelumnya yaitu 4,87% pada kuartal I/2025; 5,12% pada kuartal II/2025; dan 5,04% pada kuartal III/2025. Menurutnya, meskipun angka ini masih di bawah ekspektasi pribadinya yaitu sekitar 4,5%—4,7%, tren tersebut menjadi sinyal kuat adanya pembalikan arah ekonomi domestik.
"Lumayan kan, 5,39% ya [kuartal IV/2026]. Ini lebih rendah dari perkiraan atau janji saya, maunya 5,6% atau 5,7%. Tapi secara keseluruhan lumayan, kita tumbuh 5,1%. Yang penting apa? Arah ekonomi sudah membalik," ujarnya





:strip_icc()/kly-media-production/medias/5492838/original/053841400_1770187334-mauro.jpeg)