LUMAJANG, KOMPAS.TV- Seorang siswi Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Lumajang, Jawa Timur menjadi korban insiden peluru nyasar saat berada di lingkungan sekolah. Awalnya korban berinisial NS hanya mengeluhkan sakit di kaki bagian paha kirinya, namun setelah diperiksa ternyata terdapat luka tembak, Rabu (4/2/2026).
Bahkan hingga kini, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan mengenai kasus tersebut. Aparat Kepolisian mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi dan melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian untuk mengidentifikasi sumber tembakan serta jenis senjata yang digunakan.
"Kami masih mendalami kasus itu untuk mengetahui dari mana asal peluru dan jenis senjatanya. Kami masih mengumpulkan keterangan dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di madrasah itu," ungkap Iptu Edy Kuswanto, Kapolsek Lumajang Kota dikutip dari ANTARANews, Kamis (5/2).
Menurutnya insiden tersebut terjadi pada pukul 10.00 WIB tepatnya pada jam istirahat sekolah saat korban sedang bermain bersama ketiga temannya di koridor gedung lantai dua asrama sekolah, namun saat itu korban tidak menyadari bahwa dirinya terluka akibat peluru nyasar.
Baca Juga: Siswi MTs di Lumajang Jadi Korban Peluru "Nyasar" di Sekolah | SAPA PAGI
Korban yang awalnya mendengar suara letusan senapan yang datang entah dari mana asalnya lama-kelamaan merasakan sakit yang begitu hebatnya berasal dari paha kirinya. Setelah diperiksa memang benar terdapat luka tembak dan darah terus mengalir di kakinya.
Mengetahui hal tersebut, pihak sekolah kemudian segera mengevakuasi korban ke rumah sakit setempat untuk mendapatkan penanganan medis. Hingga saat ini, remaja asal Dusun Krajan II, Desa Lempeni, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang masih mejalani perawatan intensif dan rencana akan menjalani operasi untuk mengeluarkan proyektil peluru di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Haryoto Lumajang.
Kepala MTsN 1 Lumajang, Muhammad Safik turut berkomentar terhadap insiden yang terjadi pada siswinya. Ia mengaku kejadian ini bukanlah kali pertama yang terjadi di sekolah, namun saat itu hampir mengenai dan tidak menimbulkan luka parah pada pekerja bangunan.
"Sebelumnya itu waktu apa namanya? Waktu kalau kena gak pernah, sebelumnya tukang pada bangun ini kan apa namanya cuma keserempet," ungkapnya dikutip dari YouTube KompasTV.
Pihak kepolisian memastikan proses penyelidikan akan dilakukan secara menyeluruh guna memastikan keamanan lingkungan sekolah dan mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Penulis : Mareta Galuh Ayuningtyas Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV, Antara
- Kapolsek Lumajang
- Lumajang
- MTsN
- peluru nyasar
- siswi
- madrasah



