JAKARTA, KOMPAS.com – Seekor anjing ras Afghan Hound sempat membuat pengguna jalan waswas setelah terlihat berkeliaran di tengah Jalan Raya Daan Mogot, Jakarta Barat, Kamis (5/1/2026) sore.
Keberadaan anjing tersebut sempat mengganggu konsentrasi pengendara dan berpotensi membahayakan lalu lintas.
Peristiwa itu terekam dalam video yang diunggah akun Instagram @jakarta.terkini. Dalam rekaman tersebut, anjing berwarna hitam terlihat berdiri dan berjalan kebingungan di tengah arus kendaraan, tepatnya di depan Halte Transjakarta Jelambar.
Baca juga: Ledakan Hancurkan Rumah di Jelambar Jakarta Barat, Satu Penghuni Luka Bakar 80 Persen
Sejumlah pengendara mobil dan sepeda motor tampak memperlambat laju kendaraannya untuk menghindari anjing tersebut agar tidak terjadi kecelakaan.
Kanit Lantas Polsek Grogol Petamburan AKP Arif Rahman Hakim mengonfirmasi adanya anjing berkeliaran di Jalan Raya Daan Mogot.
Menurut dia, warna bulu anjing yang hitam membuat keberadaannya tidak mudah terlihat oleh pengendara, terutama dari kejauhan.
"Itu warnanya hitam jadi kelihatan, gak menggangu lalu lintas. anjingnya pintar, kalau ada mobil dia minggir," kata Arif saat dikonfirmasi, Kamis.
Arif menuturkan, sejumlah warga sempat kebingungan saat pertama kali melihat hewan tersebut berada di jalan raya.
"Sempat dikira kambing, kok kambing siapa? Tapi ternyata anjing, kupingnya panjang," ucapnya.
Berdasarkan informasi yang diterima kepolisian, anjing Afghan Hound itu awalnya berada di dalam mobil milik pemiliknya di sekitar Stasiun Pesing. Namun, anjing tersebut diduga lepas dan berjalan hingga ke kawasan Jalan Daan Mogot.
Baca juga: Pramono Minta Satpol PP Awasi Ketat Larangan Konsumsi Daging Anjing dan Kucing
"Infonya dia di mobil, terus lepas. Tapi saat ini sudah diambil yang punya," ucap Arif.
Ia memastikan, anjing tersebut kini sudah tidak lagi berada di jalan. Hewan itu berhasil diamankan dengan bantuan warga sekitar dan telah dikembalikan kepada pemiliknya.
"Katanya sudah diserahkan kepada yang punya dibantu warga, itu punya orang, yang nangkap warga. Karena itu anjing mahal," tutur Arif.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang