JAKARTA, KOMPAS.com — Lulusan SMA umum di Jakarta tercatat sebagai kelompok dengan Tingkat Pengangguran Tertinggi (TPT) pada November 2025.
Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mencatat TPT lulusan SMA umum mencapai 8,14 persen, lebih tinggi dibandingkan lulusan jenjang pendidikan lain.
Kepala BPS DKI Jakarta, Kadarmanto, menjelaskan TPT merupakan indikator untuk mengukur jumlah tenaga kerja yang belum terserap pasar kerja.
“Artinya, dari setiap 100 orang angkatan kerja, ada sekitar enam orang yang masih menganggur,” ujar Kadarmanto, Kamis (5/2/2026).
Baca juga: Pengangguran di Jakarta Naik, 349.000 Orang Didominasi Laki-laki
Berdasarkan data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas), jumlah angkatan kerja di Jakarta pada November 2025 mencapai 5,53 juta orang, dengan total pengangguran diperkirakan sekitar 349.000 orang.
Jika dilihat dari jenjang pendidikan, TPT tertinggi berada pada lulusan SMA umum (8,14 persen), diikuti SMA kejuruan (7,84 persen), universitas (5,47 persen), SD ke bawah (4,06 persen), SMP (3,66 persen), dan Diploma I/II/III (3,44 persen).
Dibandingkan Agustus 2025, TPT lulusan SMA umum mengalami kenaikan, sementara lulusan Diploma, SMP, dan universitas justru menurun.
“Kenaikan tertinggi terjadi pada lulusan SD ke bawah, tapi secara keseluruhan lulusan SMA umum tetap paling tinggi,” tambah Kadarmanto.
Meski TPT meningkat, jumlah penduduk yang bekerja di Jakarta juga bertambah.
Pada November 2025, 5,18 juta orang bekerja, meningkat 49.000 orang dibanding Agustus 2025.
Baca juga: DPRD DKI Siapkan Jurus Tekan Pengangguran di Jakarta lewat Raperda RPIP
Pertumbuhan terbesar terjadi di sektor penyediaan akomodasi dan makan minum, dengan tambahan tenaga kerja sebanyak 38.000 orang.
Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) tercatat 65,47 persen, naik 0,72 persen poin.
Sebanyak 63,43 persen pekerja berada di sektor formal. Namun, jumlah pekerja tidak penuh juga meningkat 110.000 orang, atau 12,93 persen dibanding Agustus 2025.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang