Intensitas operasi pencarian korban bencana tanah longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, ditingkatkan secara signifikan menjelang berakhirnya masa tanggap darurat. Tim SAR gabungan memutuskan untuk menambah jumlah alat berat di lokasi kejadian guna mempercepat proses evakuasi.
Kepala Kantor SAR Bandung Ade Dian Permana menginstruksikan penggunaan alat berat secara lebih masif mengingat operasi pencarian telah memasuki hari kesepuluh. Kondisi jenazah korban yang tertimbun tanah diperkirakan mulai mengalami pembusukan, sehingga menyulitkan proses identifikasi visual dan berisiko bagi kesehatan tim penyelamat jika dilakukan secara manual.
Sebagai respons atas kondisi medan yang berat dan urgensi waktu, jumlah ekskavator yang disiagakan di lokasi kini bertambah menjadi 22 unit. Jumlah ini meningkat dibandingkan hari-hari sebelumnya yang hanya mengoperasikan sekitar 17 hingga 18 unit alat berat.
Baca juga:
Cegah Penyebaran Penyakit, Petugas Evakuasi Longsor Cisarua Disemprot Disinfektan
Penambahan armada alat berat ini difokuskan untuk menyisir dua sektor utama pencarian, yakni Zona A3 dan Zona B2. Di lokasi tersebut, alat berat bekerja sama dengan personel TNI dan tim gabungan untuk menyingkirkan material longsoran berupa batu-batu berukuran besar.
Teknik evakuasi dilakukan dengan cara mengikatkan tali sling pada bebatuan besar untuk kemudian ditarik oleh ekskavator. Langkah ini diambil untuk membuka akses ke titik-titik yang diduga kuat menjadi lokasi keberadaan korban.
Selain itu, prosedur keamanan di zona pencarian juga diperketat. Seluruh personel yang bertugas diwajibkan menggunakan masker dan alat pelindung diri. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi paparan bakteri dan bau menyengat dari jasad korban yang mulai membusuk, demi menjaga kesehatan dan keselamatan para petugas di lapangan.
Operasi masif ini terus dikebut mengingat masa tanggap darurat yang ditetapkan oleh Pemerintah Daerah Bandung Barat dijadwalkan berakhir pada Jumat, 6 Februari 2026. Setelah masa tersebut usai, tim gabungan berencana melakukan evaluasi menyeluruh selama satu pekan untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya.


