Menko AHY Beberkan Dua Fokus Utama Pengembangan Kawasan Transmigrasi

liputan6.com
2 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan, dua fokus utama pemerintah dalam pengembangan kawasan transmigrasi yakni revitalisasi dan transformasi. Karena revitalisasi menjadi langkah mendesak agar kawasan transmigrasi yang sudah ada tidak mengalami penurunan kualitas maupun produktivitas.

Hal ini disampaikan pada Rapat Koordinasi Pelaksanaan Transformasi Transmigrasi 2026 di Kantor Kemenko IPK, Jakarta, Kamis (5/2).

Advertisement

“Revitalisasi kawasan transmigrasi ini penting, karena jangan sampai apa yang sudah ada tidak optimal. Dan tulang punggung dari revitalisasi ini adalah pembangunan atau perbaikan infrastruktur dasar,” kata AHY.

Ia menegaskan, kesiapan infrastruktur menjadi syarat utama keberhasilan kawasan transmigrasi. Infrastruktur yang dimaksudnya itu tidak hanya jalan dan perumahan.

Tetapi juga seperti listrik, jaringan komunikasi, hingga ketersediaan air untuk kebutuhan pertanian.

“Kita harus memastikan sebuah kawasan transmigrasi benar-benar memiliki kesiapan infrastruktur. Apakah jalannya, perumahannya, listriknya, komunikasinya, termasuk juga jika itu merupakan daerah pertanian," tegasnya.

"Kita pastikan ada sumber air, bukan hanya untuk konsumsi rumah tangga, tapi juga untuk pengairan sawah dan kebun yang dikelola,” sambungnya.

Selain revitalisasi, AHY menyebut transformasi kawasan transmigrasi sebagai agenda besar kedua yang berorientasi pada masa depan.

Transformasi dimaksud bukan sekadar memberdayakan yang sudah ada, tetapi meningkatkan nilai tambah ekonomi melalui kolaborasi dengan sektor industri, investor, dan teknologi.

“Berbicara masa depan artinya bukan hanya memperdayakan apa yang sudah ada, tetapi meningkatkan nilai dan potensi di setiap kawasan transmigrasi, dan mengawinkan potensi-potensi tadi dengan kekuatan kapital. Harus masuk industri, harus masuk investor, dan harus masuk teknologi, termasuk off-taker yang bisa segera menyerap hasil produksi,” sebutnya.

Senada dengan AHY, Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara menjelaskan, arah kebijakan transmigrasi kini bertumpu pada dua pilar utama, yakni revitalisasi dan transformasi.

“Di 2026 kami fokus pada dua hal: revitalisasi dan transformasi. Revitalisasi berfokus pada infrastruktur dasar, sedangkan transformasi berfokus pada penciptaan pertumbuhan ekonomi,” ujar Iftitah.

Ia menyampaikan, program unggulan tahun ini adalah pengiriman SDM unggul melalui skema beasiswa S2 Patriot. Namun Iftitah menekankan, esensi program bukan pada bantuan pendidikan semata, melainkan pada dampak ekonomi yang dihasilkan di kawasan transmigrasi.

“Dan sebagai flagship program pada tahun ini kami akan memberikan misi kepada sekitar 1.000 sumber daya manusia unggul untuk menciptakan ekosistem ekonomi baru di kawasan transmigrasi dengan insentif beasiswa S2 Patriot,” jelasnya.

Menurut Iftitah, pengembangan tahun ini difokuskan pada tiga lokus utama di Indonesia bagian barat, tengah, dan timur. Hal ini agar terjadi limpahan pengetahuan atau knowledge spillover di daerah tujuan.

Kawasan Transmigrasi Barelang, Kota Batam, dipilih karena memiliki potensi industri maritim dan pariwisata, serta letak strategis yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia.

“Kawasan transmigrasi Barelang dipilih karena memiliki potensi industri maritim dan pariwisata serta letaknya yang strategis dan berbatasan langsung dengan negara sahabat Singapura dan Malaysia,” paparnya.

Kemudian, lokus kedua berada di Kawasan Transmigrasi Kalukku, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, yang dinilai memiliki potensi industri mineral, pertanian, dan perkebunan ekspor.

Ia pun menyoroti potensi logam tanah jarang di wilayah tersebut dan menekankan pentingnya manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal.

“Di sini tersimpan logam tanah jarang yang kami berharap nanti ke depan itu di Mamuju tidak hanya negara mendapatkan manfaat tapi masyarakat lokal setempat juga memberikan manfaat,” ujarnya.

Sementara itu, lokus ketiga berada di Kawasan Transmigrasi Salor, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, yang diproyeksikan sebagai pusat produksi pangan dan protein skala besar.

“Sedangkan kawasan transmigrasi Salor Kabupaten Merauke dipilih karena memiliki potensi pertanian, peternakan, perikanan, dan perkebunan,” ucapnya.

Iftitah menegaskan, pengembangan di Merauke menjadi pintu masuk perluasan program ke seluruh Papua. Karena memang diharuskan adanya pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.

“Ke depan tidak hanya Merauke, kami ingin menembus seluruh Papua. Harus ada pertumbuhan ekonomi di seluruh provinsi Papua, di seluruh kabupaten Papua, di seluruh desa-desa di Papua," tegasnya.

"Jadi kita bikin ledakan-ledakan ekonomi di seluruh Papua,” pungkasnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Strategi Transisi Energi Indonesia Menuju Swasembada 2026
• 15 jam lalutvrinews.com
thumb
Temuan Ribuan ASN Diduga Manipulasi Absensi Digital, Terbanyak Dinas Pendidikan dan Kesehatan
• 58 menit lalurctiplus.com
thumb
Wamen Imipas sebut paspor RI bebas visa ke 88 negara suatu perjuangan
• 5 jam laluantaranews.com
thumb
Jadwal Salat dan Buka Puasa Kota Surabaya 5 Februari 2026
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kemenkeu Mau Ambil Alih PNM, Rosan: Pembahasan Masih Informal
• 11 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.