JAKARTA, KOMPAS.TV - Hampir enam tahun setelah kematiannya, nama Jeffrey Epstein kembali menjadi sorotan global.
Kementerian Kehakiman Amerika Serikat merilis arsip kasus Epstein yang menyeret deretan elite dunia—dari politisi, bangsawan, hingga tokoh bisnis dan hiburan.
Publik pun kembali bertanya: siapa sebenarnya Jeffrey Epstein, dan bagaimana ia bisa berada di lingkar kekuasaan tertinggi dunia?
Mengutip CNN, Jeffrey Epstein lahir dan dibesarkan di New York.
Pada pertengahan 1970-an, ia sempat mengajar matematika dan fisika di Dalton School, sekolah swasta elit di Manhattan.
Meski pernah belajar fisika dan matematika di universitas, tetapi Epstein tidak pernah menyelesaikan pendidikannya.
Kariernya berubah drastis ketika ayah salah satu muridnya terkesan dengan kecerdasannya dan mengenalkannya pada mitra senior bank investasi Bear Stearns.
Dari sana, Epstein meniti karier cepat dan hanya dalam waktu empat tahun berhasil menjadi mitra.
Pada 1982, ia mendirikan perusahaan sendiri, J Epstein and Co, yang mengelola aset klien lebih dari 1 miliar dolar AS.
Perusahaan itu langsung sukses dan mengantarkan Epstein pada gaya hidup supermewah—memiliki rumah besar di Florida, peternakan di New Mexico, hingga yang disebut-sebut sebagai rumah pribadi terbesar di New York.
Hidup di Tengah Elite Global
Kesuksesan finansial membuka pintu Epstein ke lingkungan elite dunia. Ia bergaul dengan selebriti, seniman, dan tokoh politik kelas atas. Namun, kedekatan itu juga diiringi kontroversi.
Donald Trump, yang mengenalnya selama sekitar 15 tahun, mengaku berselisih dengan Epstein pada tahun 2000.
Gedung Putih menyatakan Trump pernah mengusir Epstein dari klubnya karena bersikap tidak pantas kepada karyawan wanita.
Trump bahkan menyebut Epstein pernah “menculik” pekerja spa dari klub Mar-a-Lago miliknya.
“Begitu dia melakukan itu, tamatlah riwayatnya,” kata seorang sumber.
Selain Trump, Epstein juga dekat dengan tokoh penting lain. Pada 2002, ia menerbangkan mantan Presiden AS Bill Clinton bersama Kevin Spacey dan Chris Tucker ke Afrika menggunakan jet pribadinya. Ia juga sempat mencoba membeli majalah New York bersama Harvey Weinstein pada 2003, meski gagal.
Di Inggris, Epstein berteman dengan politisi Peter Mandelson. Persahabatan ini kemudian disesali Mandelson dan berujung pada pengunduran dirinya sebagai duta besar Inggris untuk AS pada 2025, sekaligus keluar dari Partai Buruh.
Meski hidup di lingkar elite, Epstein dikenal sangat tertutup soal kehidupan pribadinya.
Penulis : Ade Indra Kusuma Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- jeffrey epstein
- epstein files
- skandal epstein
- arsip epstein
- pangeran andrew
- bill clinton



