Juda Agung: Penunjukan sebagai wamenkeu tak mendadak

antaranews.com
2 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung menyatakan penunjukan dirinya sebagai wakil menteri oleh Presiden Prabowo Subianto tidak dilakukan secara mendadak.

"Jauh-jauh hari (telah diinformasikan, red.), bukan mendadak," kata Juda Agung menjawab pertanyaan wartawan selepas acara pelantikan dirinya sebagai wakil menteri keuangan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (5/2).

Oleh karena itu, Juda pun mengundurkan diri dari jabatannya semula sebagai deputi gubernur Bank Indonesia pada pertengahan Januari 2026. Pengunduran diri Juda kemudian diikuti dengan tahapan pencalonan Thomas Djiwandono, yang semula menjabat wakil menteri keuangan, sebagai deputi gubernur Bank Indonesia (BI).

"Alasan pengunduran diri (sebagai deputi gubernur BI, red.) jelas, karena saya ditugaskan sebagai wakil menteri keuangan. Tentu saja tidak bisa merangkap sebagai deputi gubernur Bank Indonesia. (Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia, red.) dua otoritas yang berbeda," ujar Juda.



Juda Agung telah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia sejak 13 Januari 2026. Sementara itu, Thomas Djiwandono ditetapkan sebagai Deputi Gubernur BI periode 2026–2031 berdasarkan hasil Rapat Paripurna DPR RI Ke-12 Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025-2026 di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada 27 Januari 2026.

Presiden Prabowo Subianto kemudian melantik Juda Agung sebagai wakil menteri keuangan di Istana Negara, Jakarta, Kamis, untuk mengisi posisi wamenkeu yang kosong pascapenetapan Thomas Djiwandono.

Pelantikan Juda ditetapkan dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 3M Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Wakil Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih Periode 2024-2029 yang diteken oleh Presiden Prabowo di Jakarta, pada 5 Februari 2026.

Selepas pelantikan, Juda mengungkap beberapa arahan dari Presiden Prabowo kepada dirinya.

"Intinya dari Presiden bahwa untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, mencapai program-program pemerintah yang sudah dicanangkan, tentu saja perlu koordinasi antara kebijakan fiskal dan kebijakan moneter, dan juga tentu saja kebijakan di sektor riil, sehingga ini menjadi efektif di dalam upaya kita untuk mendorong pertumbuhan ekonomi ke depan," kata Juda Agung menjawab pertanyaan wartawan.

Sementara itu, terkait pembagian tugas dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, serta wakil menteri keuangan lainnya, yaitu Suahasil Nazara, Juda menjelaskan urusan detail seperti pembagian tugas akan dibicarakan nanti.

"Detailnya nanti Insyaallah besok (6/2) saya ketemu Beliau (Menkeu Purbaya, red.) untuk membahas detail pembagian tugas," ujar Juda.

Baca juga: Purbaya ungkap PR Juda Agung sebagai Wamenkeu baru

Baca juga: Sudah familier dengan keuangan, Wamenkeu Juda Agung siap atur fiskal

Baca juga: Airlangga: Wamenkeu Juda diharapkan sinkronkan fiskal dan moneter




Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Ramadan Dekat, Harga Cabai dan Tomat Naik Drastis di Pasar Gara-Gara Intensitas Hujan Tinggi
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
Ramalan Zodiak Besok: Taurus Hadapi Kekhawatiran untuk Cegah Perpisahan, Taurus Temukan Cinta Lama
• 14 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Sumatera Selatan Percepat Pembangunan Flyover untuk Mendukung Keselamatan di Perlintasan Sebidang
• 7 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Ramai Seruan Boikot, Jule Pamer Masih Diajak Kerja Sama Banyak Brand
• 12 jam laluviva.co.id
thumb
Hasil Semifinal Piala Asia Futsal 2026: Timnas Indonesia Vs Jepang Lanjut ke Babak Tambahan
• 4 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.