Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Jakarta
Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memperkuat sinergi lintas sektor untuk mengoptimalkan pemanfaatan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) bagi sekitar 1.000 rumah pasien tuberkulosis (TBC) di Indonesia.
Komitmen ini ditegaskan dalam pertemuan Menteri PKP Maruarar Sirait dengan Wakil Menteri Kesehatan Benyamin Paulus Octavianus di Jakarta, Kamis, 5 Februari 2026.
Pertemuan tersebut menegaskan bahwa perbaikan hunian menjadi bagian penting dari strategi penanggulangan TBC secara komprehensif.
Menteri PKP, Maruarar Sirait mengatakan, pemerintah mendorong agar program BSPS tidak hanya menjadi program pembangunan rumah, tetapi juga instrumen untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan masyarakat, khususnya kelompok rentan.
"Tahun lalu BSPS dialokasikan sebanyak 45 ribu unit, dan tahun ini meningkat signifikan menjadi 400 ribu unit. Pelaksanaannya harus tepat sasaran, transparan, dan dijalankan secara bersih, termasuk untuk mendukung penanganan pasien TBC," ujar Maruarar dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Jumat, 6 Februari 2026.
Menurutnya, Kementerian PKP terbuka terhadap kolaborasi lintas sektor agar bantuan perumahan benar-benar memberi dampak nyata, baik dari sisi sosial maupun kesehatan.
Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan Benyamin Paulus Octavianus menegaskan bahwa pengendalian TBC tidak cukup hanya melalui pengobatan medis. Kondisi hunian dan lingkungan tempat tinggal pasien turut menentukan keberhasilan proses penyembuhan.
"Penanganan TBC harus dilakukan secara komprehensif. Selain pengobatan, kondisi rumah dan lingkungan tempat tinggal pasien juga sangat menentukan keberhasilan penyembuhan," kata Benyamin.
Ia menjelaskan, Kemenkes pada tahun ini telah melakukan pendataan terhadap sekitar 1.000 rumah pasien TBC yang masuk kategori Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) DTSEN 1–4 sesuai kriteria Kementerian PKP. Data tersebut disiapkan untuk diusulkan sebagai penerima bantuan BSPS.
Melalui sinergi ini, kedua kementerian berharap bantuan perumahan dapat berkontribusi langsung dalam menciptakan hunian yang sehat dan layak, sekaligus memperkuat upaya pencegahan serta penanggulangan TBC di Indonesia.
Editor: Redaktur TVRINews



