Ketika seseorang didiagnosis kanker, salah satu pertanyaan paling menakutkan yang kerap muncul adalah soal harapan hidup, terutama jika kanker sudah berada pada stadium lanjut. Tak sedikit pula pasien maupun keluarga yang langsung merasa putus asa saat mendengar diagnosis kanker stadium 4.
Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia (YKI), Prof. DR. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, SpPD-KHOM, FINASIM, FACP, menjelaskan bahwa harapan hidup pasien kanker sangat bergantung pada stadium penyakit saat didiagnosis. Secara umum, semakin dini kanker ditemukan, semakin besar peluang hidup pasien.
“Itu bergantung dari stadium. Kalau stadium 1 harapan hidup masih besar. Stadium dua makin kecil, ketiga makin kecil, empat makin kecil,” kata Prof. Aru dalam acara World Cancer Day 2026 bersama MSD Indonesia, di SCBD Park, Jakarta, Rabu (4/2).
Apakah Kanker Stadium 4 Masih Bisa Sembuh?Menurutnya, dalam dunia medis istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan peluang pasien adalah harapan hidup lima tahun. Pada kanker stadium 4, angka harapan hidup ini memang lebih kecil dibandingkan stadium awal. Namun, menurut Prof. Aru, kecil bukan berarti tidak ada.
Ia menegaskan bahwa tenaga medis tidak boleh mengatakan kepada pasien bahwa tidak ada harapan. Pasalnya, keputusan akhir bukan berada di tangan dokter semata.
“Nah, tentunya harapan hidup kita bilangnya harapan hidup 5 tahun. Itu kecil, tapi tetap ada. Nah, saya selalu mengatakan pada mahasiswa saya, kalau ditanya pasien, kita tidak boleh bilang tidak ada harapan,” sambungnya.
Prof. Aru juga menyebut bahwa perjalanan penyakit kanker tidak selalu berjalan sesuai teori. Dalam praktiknya, terdapat kasus-kasus yang terjadi di luar perkiraan medis. Ada pasien kanker stadium 4 yang bisa sembuh atau bertahan lama. Sementara pada kondisi tertentu, pasien dengan stadium yang lebih rendah justru mengalami penurunan kondisi lebih cepat.
Hal ini menunjukkan bahwa diagnosis kanker, termasuk stadium lanjut tidak langsung memadamkan harapan, melainkan menjadi titik awal untuk menentukan langkah perawatan terbaik bagi pasien.



