Liputan6.com, Jakarta - Jack, seekor bayi orangutan yatim piatu berusia 18 bulan berhasil dibebaskan dari kondisi penahanan tidak sah dan kini berada di pusat penyelamatan di Kalimantan Timur (Kaltim).
Berdasarkan laporan dari laman earth.org, pada saat penyelamatan di Desember 2025, The Orangutan Project bersama dengan para mitranya termasuk aliansi Borneo Orangutan Rescue Alliance (BORA), menemukan Jack dipenjara dalam kotak kayu kecil dua meter di atas tanah dengan rantai berat yang terikat di lehernya.
Advertisement
Rantai dan tali yang digunakan untuk menahan telah melukai lehernya, dan bekas luka terbuka semakin tampak ketika ia tergantung terbalik.
Jack ditemukan sendirian, ketakutan dan jauh dari lingkungan hutan tempat orangutan seharusnya berada. Ia dipisahkan dari induknya, yang biasanya akan merawatnya selama bertahun-tahun.
Di alam liar, biasanya induk orangutan akan mengajarkan anak-anaknya keterampilan penting seperti memanjat, mencari makan, membangun sarang, serta menavigasi tuntutan sosial dan ekologis yang kompleks lainnya dari kehidupan hutan. Namun sebaliknya, Jack dikurung dan tidak dapat mengekspresikan perilaku alami atau mengembangkan keterampilan untuk bertahan hidup di alam liar.
Orangutan adalah salah satu spesies paling cerdas di bumi, dengan kemampuan kognitif dan emosionalnya yang kuat. Oleh karenanya, mereka akan sangat merasakan kesedihan, stres, dan kehilangan.
Di usia yang sangat muda ini, Jack telah menderita trauma psikologis yyang signifikan dan kini sedang menghadapi pemulihan yang panjang dari dampak fisik dan emosional di kehidupannya.




