REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Masa tanggap darurat bencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat berakhir hari ini, Jumat (6/2/2026). Tim SAR gabungan bakal memaksimalkan pencarian korban tersisa yang masih belum ditemukan.
Kondisi cuaca di semua sektor pencarian pagi ini terpantau cerah. Pencarian korban dilakukan secara manual dengan bantuan alat berat, alkon hingga anjing pelacak atau K9. Petugas gabungan menyisir semua sektor dengan harapan korban yang masih tertimbun segera ditemukan.
Baca Juga
Longsor Cisarua Bandung Barat Diduga karena Tindak Pidana Alih Fungsi Lahan, Ini Kata Polisi
Pemkab Bandung Barat Siapkan Transisi Menuju Pemulihan Bencana Longsor di Pasirlangu
Temuan Korban Longsor di Bandung Barat Terus Bertambah
Kepala Kantor SAR Bandung Ade Dian Permana mengatakan, hingga proses pencarian hari ke-13 pada Kamis (5/2/2026), Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi sebanyak 94 bodypack dari semua titik sektor longsor di Desa Pasirlangu.
Dari jumlah tersebut, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat telah berhasil mengidentifikasi 70 jenazah dari 73 bodypack per Kamis pagi pukul 06.00 WIB. Sementara itu, 19 bodypack lainnya masih dalam proses identifikasi lanjutan.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Sedangkan warga setempat yang masuk daftar pencarian baru 54 jiwa yang sudah teridentifikasi dari total 80 jiwa yang dilaporkan sejak longsor menerjang Desa Pasirlangu pada Sabtu (24/1/2026). Sedangkan sisanya yang teridentifkasi merupakan tamu dan belum diketahui.
"Dari jumlah yang sudah teridentifikasi, sebanyak 54 merupakan warga masuk dalam daftar pencarian. Ini hasil informasi dan sinkronisasi data dengan Incident Commander," kata Ade Dian.
Pihaknya akan mengerahkan 3.000 personel SAR gabungan. Dengan kekuatan yang ada, personel gabungan berusaha memaksimalkan pencarian diakhir masa tanggap darurat bencana longsor ini.
"Kami berkomitmen untuk terus melakukan pencarian dan evaluasi tiap hari hingga semaksimal mungkin korban ditemukan, dengan koordinasi lintas instansi," kata Ade Dian.