Sebanyak 7 orang mitra perusahaan quick commerce ASTRO, menjadi korban penganiayaan beberapa orang tak dikenal di kawasan Ampera, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Jumat (30/1) dini hari. Akibat penganiayaan tersebut, para korban mengalami sejumlah luka.
Kasus ini viral setelah rekaman CCTV tersebar luas di media sosial. Atas kejadian ini pihak ASTRO memberikan klarifikasi atas insiden yang menimpa mitranya tersebut.
“Para mitra ASTRO ini adalah our quiet hero. Pahlawan sehari-hari kita yang tidak berisik dan memastikan kebutuhan sehari-hari konsumen bisa terpenuhi dengan baik dan cepat. Peran tersebut menuntut tingkat mobilitas yang tinggi, sehingga keselamatan dan kenyamanan mitra dalam menjalankan pekerjaan menjadi hal yang tidak dapat ditawar. Dan hal ini sangat berkaitan erat dengan layanan yang diterima oleh pelanggan,” ujar David Lusikooy, AVP of People and Legal ASTRO dalam jumpa pers di kawasan Jakarta Selatan, Jumat (6/2).
“Mewakili para mitra, kami mengucapkan terima kasih atas perhatian masyarakat atas insiden ini. Semoga perhatian tersebut bisa terus memotivasi kami untuk memberikan layanan terbaik kepada masyarakat," ucapnya.
Ia mengatakan, sejak awal kejadian, ASTRO menyampaikan bahwa para korban mendapatkan pendampingan langsung dari perusahaan.
“Prioritas utama kami adalah memastikan keselamatan, keamanan, dan kondisi mitra. Oleh karena itu, dalam beberapa waktu terakhir ASTRO terlebih dahulu memfokuskan langkah internal untuk memastikan para mitra berada dalam kondisi aman serta mendapatkan pendampingan yang diperlukan. Utamanya dari segi hukum, medis, psikologis, dan administratif, sesuai kebutuhan,” jelas David.
ASTRO juga menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan memiliki prinsip yang tegas untuk tidak mentoleransi segala bentuk kekerasan dalam kondisi apa pun.
Setiap mitra berhak menjalankan pekerjaannya dalam lingkungan yang aman dan nyaman. Prinsip ini menjadi landasan ASTRO dalam menjalankan seluruh aktivitas operasional secara bertanggung jawab.
“Keselamatan dan rasa aman adalah prioritas utama kami. Setiap individu berhak bekerja dalam lingkungan yang aman, saling menghormati, dan terlindungi,” kata David.
Sehubungan dengan insiden tersebut, ASTRO juga terus berkoordinasi dengan kepolisian dengan ketentuan hukum yang berlaku. ASTRO berkomitmen untuk bersikap kooperatif serta mendukung proses penanganan yang profesional dan bertanggung jawab, serta menghormati keputusan apa pun yang diambil oleh mitra dalam menyikapi situasi ini.
“Dalam kesempatan ini, ASTRO turut menyampaikan apresiasi kepada pihak kepolisian atas komunikasi aktif serta inisiatif pendampingan yang diberikan kepada perusahaan dan mitra terkait, sehingga situasi dapat tetap terjaga secara kondusif,” ujar David.
ASTRO mengajak seluruh pihak untuk menyikapi situasi ini secara bijak dan tidak berspekulasi, demi terciptanya lingkungan kerja dan ruang publik yang aman, kondusif, serta saling menghormati.
Korban Belum Lapor Polisi
ASTRO sendiri telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian dalam penanganan kasus ini. Namun para korban belum membuat laporan karena masih dalam kondisi trauma.
"Namun para mitra yang mengalami luka-luka saat kejadian telah melakukan visum dan mendapatkan perawatan. Namun sampai saat ini para mitra yang menjadi korban belum membuat laporan ke polisi karena masih dalam proses pemulihan dan masih khawatir ya," kata David.
"Meski demikian, kami pastikan para mitra mendapatkan pendampingan hukum sekiranya mereka memutuskan untuk melapor. Kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian yang sangat kooperatif melaporkan progres penyelidikan kasus ini," ucapnya.
Ia juga memberikan klarifikasi terkait informasi mengenai keinginan para korban yang setuju untuk berdamai asal pihak pelaku bersedia mengganti seluruh kerugian yang ditimbulkan dalam kejadian tersebut.
Saat ini baru satu korban yang dihubungi pihak pelaku dengan maksud untuk mengganti kerugian sepeda motor yang dirusak saat kejadian. Namun, belum ada kejelasan lebih lanjut terkait ganti rugi untuk korban lainnya.
Berikut Kronologi Penganiayaan Versi ASTRO:
Jumat (30/1)
Sekitar pukul 04.00 WIB
Terjadi kecelakaan di area operasional ASTRO hub di daerah Ampera, Jakarta Selatan. Satu mobil menabrak dua sepeda motor milik mitra ASTRO, lalu menabrak pohon di area parkir.
Korban kemudian mendekat untuk memeriksa kondisi pengemudi dan kendaraan yang terdampak. Pengemudi menyatakan akan bertanggung jawab, namun pengemudi menyatakan mobilnya dan melakukan panggilan ponsel.
04.30 WIB
Tak lama kemudian, datang dua mobil berisi 6-8 orang pria tak dikenal ke lokasi, lalu terjadi ketegangan.
Korban berusaha menjelaskan kejadian, namun para pelaku langsung melakukan pemukulan dan tendangan di area parkir di depan hub.
Pelaku kemudian masuk ke dalam hub, dan melakukan pemukulan serta intimidasi kepada para korban yang sedang bekerja, termasuk mereka yang tak mengetahui awal mula kejadian.
Usai kejadian, pelaku memberikan nomor telepon dan yang kepada salah satu mitra (korban), lalu meninggalkan lokasi sambil mengatakan agar korban 'tidak macam-macam'.
05.00 WIB
Korban melaporkan kejadian itu ke Polsek Pasar Minggu yang langsung mendatangi lokasi.
Kamis (5/2)
Kasus tersebut tengah diselidiki, namun korban belum membuat laporan karena khawatir akan serangan susulan.
"Namun saat ini para mitra yang menjadi korban telah kembali bekerja dengan normal. Kami juga memberikan pengamanan ekstra untuk hub dan para mitra yang bekerja di lapangan," jelas David.
Saat ini kasus tersebut ditangani Polres Metro Jakarta Selatan.





