Menteri Purbaya Yakin Pertumbuhan Ekonomi Capai 6 Persen di 2026, Ini Yang Bakal Dilakukan

merahputih.com
6 jam lalu
Cover Berita

MerahPutih.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Indonesia tumbuh 5,11 persen (yoy) sepanjang 2025. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV-2025 mencapai 5,39 persen (yoy), yang menjadi capaian tertinggi sejak pandemi COVID-19.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat dapat mencapai 6 persen pada 2026, seiring dengan membaiknya arah perekonomian nasional yang terlihat pada akhir 2025.

"Saya pikir triwulan pertama tahun ini tren pertumbuhan yang kemarin akan terus berlangsung dan nanti akan semakin cepat di triwulan triwulan berikutnya. Kita coba walaupun di APBN 5,4 persen ya. Kita coba dorong ke arah 6 persen kalau bisa untuk tahun 2026," kata Purbaya di Kompleks Istana, Kepresidenan, Jakarta, Kamis.

Purbaya menilai kinerja pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV-2025 menunjukkan perbaikan yang cukup jelas dibandingkan periode sebelumnya.

Baca juga:

BPS Catat Pertumbuhan Ekonomi 5,39 Persen di Kuartal IV 2025, Konsumsi Rumah Tangga Dominan

Pertumbuhan pada triwulan tersebut berada di kisaran 5,39 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), meskipun masih berada di bawah target yang dipatok yakni di atas 5,5 persen.

Menurut dia, pertumbuhan ekonomi pada kuartal keempat 2025 sudah berada pada level yang relatif baik dan menandai pembalikan arah ekonomi ke jalur perbaikan.

"Pada dasarnya sudah lumayan lah. Kita lihat arah perbalikan ekonomi yang clear," kata dia.

Untuk mencapai target pertumbuhan 6 persen pada 2026, Purbaya menuturkan pemerintah akan memastikan ketersediaan likuiditas di pasar tetap terjaga agar perbankan dapat berfungsi dengan baik dan dunia usaha tidak mengalami kesulitan dalam mengakses pembiayaan.

Selain itu, kata dia, pemerintah juga akan mendorong kegiatan fiskal melalui realisasi belanja negara yang tepat waktu, terutama pada awal tahun.

Upaya lain yang dilakukan meliputi perbaikan iklim investasi serta penguatan sinergi antara kebijakan fiskal, sektor swasta, dan kebijakan moneter agar seluruh instrumen ekonomi dapat berjalan secara optimal.

"Dan kelihatannya sih bisa berjalan. Karena kita lihat triwulan keempat kemarin kan, walaupun tidak optimal, jelas kan kelihatan kita bisa membalik arah ekonomi. Itu prestasi yang luar biasa," katanya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Wak Haji Umuh Muchtar Ungkap Alasan Asli Ciro Alves Dilepas Persib Bandung Meskipun Gacor
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
Tips Sukses Interview Kerja untuk Introvert
• 4 jam lalubeautynesia.id
thumb
MUI: Kapolri Tegak Lurus ke Presiden
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Mitsubishi Xforce & Destinator Edisi Spesial Meluncur di IIMS 2026
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Hanif Dhakiri PKB Sebut Partainya Tak Mau Campuri Internal Nahdlatul Ulama
• 16 jam lalugenpi.co
Berhasil disimpan.