Jakarta, tvOnenews.com - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza memastikan anak SD kelas IV di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), merupakan peserta Program Indonesia Pintar (PIP).
Sebelumnya diberitakan, anak SD berinisial YBR ini mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di pohon cengkeh pada Kamis (29/1/2026).
Dia disebut-sebut mengakhiri hidupnya karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu.
“Anak yang bersangkutan terdaftar sebagai penerima PIP. Di sekolahnya ada 72 siswa penerima PIP termasuk almarhum,” ujarnya saat mengunjungi SMPN 70 Bandung, Jumat (6/2/2026).
Fajar mengatakan dana PIP yang diterima korban pada 2025 telah dicairkan pada bulan November.
Dia menyebut dana PIP itu digunakan untuk kebutuhan pendidikan seperti seragam, sepatu, buku, alat tulis dan perlengkapan lainnya.
Menurut Fajar, penyebab peristiwa memilukan ini tidak bisa disederhanakan pada satu faktor saja.
Menurutnya, peristiwa ini perlu melibatkan aspek psikologis, emosional, ekonomi serta relasi sosial di lingkungan korban.
“Anak usia 10 tahun itu sebenarnya belum memahami makna bunuh diri. Mungkin dengan cara itu dia berpikir masalahnya akan selesai. Ini yang perlu kita pahami bersama,” katanya.
Meski demikian, dia tidak ingin menghakimi pihak mana pun serta berkomitmen menjaga privasi keluarga korban.
Fajar turut prihatin atas kejadian tersebut. Dia berharap peristiwa serupa tidak terulang di kemudian hari.
“Dari berbagai kajian, tidak ada faktor tunggal yang membuat anak melakukan tindakan seperti itu. Banyak aspek yang saling berkaitan,” pungkasnya. (ant/nsi)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5417976/original/049724300_1763555921-InShot_20251119_193350409.jpg)

