Saham Amazon anjlok lebih dari 11 persen karena raksasa teknologi tersebut meningkatkan investasi kecerdasan buatan (AI) secara signifikan.
IDXChannel - Saham Amazon anjlok lebih dari 11 persen karena raksasa teknologi tersebut meningkatkan investasi kecerdasan buatan (AI) secara signifikan.
Amazon melaporkan laba sebesar USD21,2 miliar (Rp358 triliun) dari penjualan bersih sebesar USD213,4 miliar (Rp3.600 triliun) pada kuartal yang baru saja berakhir, seiring dengan berkembangnya bisnis komputasi awan AWS, ritel, periklanan, dan chip.
"Dengan permintaan yang begitu kuat untuk penawaran kami yang sudah ada dan peluang penting seperti AI, chip, robotika, dan satelit orbit rendah, kami memperkirakan menginvestasikan sekitar USD200 miliar dalam belanja modal di seluruh Amazon pada 2026," kata CEO Amazon Andy Jassy, dilansir dari AFP pada Jumat (6/2/2026).
Analis pasar sebelumnya memperkirakan belanja modal Amazon mencapai sekitar USD147 miliar tahun ini, terutam didorong pengeluaran AI.
Pada kuartal lalu, penjualan unit Amazon Web Services (AWS) mencapai USD35,6 miliar, melonjak 24 persen dari periode yang sama setahun sebelumnya.
AWS, penyedia komputasi awan terkemuka di dunia, yang bersaing ketat dengan Microsoft Azure dan Google Cloud, merupakan salah satu bisnis utama Amazon.
"Kami memiliki permintaan yang sangat tinggi. Pelanggan benar-benar menginginkan AWS untuk beban kerja inti dan AI," kata Jassy.
Saham Microsoft dan induk Google, Alphabet, sama-sama mengalami penurunan meskipun pendapatan kuartalannya. Para investor fokus pada miliaran dolar yang mereka gelontorkan ke komputasi awan dan AI.
Raksasa teknologi ini semuanya melakukan investasi besar untuk membangun kemampuan komputasi AI mereka. Namun, banyak investor khawatir pengeluaran tersebut tidak sebanding dengan manfaat yang didapat. (Wahyu Dwi Anggoro)



