BSI Raup Laba Rp 7,57 Triliun Sepanjang 2025, Tumbuh 8,02 Persen

kumparan.com
6 jam lalu
Cover Berita

PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI mencatat pertumbuhan dua digit yang berkelanjutan sepanjang 2025. Perusahaan berhasil membukukan laba bersih Rp 7,57 triliun, tumbuh di angka 8,02 persen secara tahunan atau year on year (yoy).

Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, mengatakan aset mencapai Rp 456 triliun atau tumbuh 11,64 persen pada 2025. Sementara itu, total tabungan tercatat sebesar Rp 163 triliun dengan pertumbuhan 15,7 persen secara tahunan.

“Juga kita melihat bagaimana laba. Laba ini penting karena tahun ini kita mampu tumbuh 8 persen, positif 8 persen, yaitu Rp 7,57 triliun di tahun 2025,” kata Anggoro saat konferensi pers yang dilaksanakan secara daring, Jumat (6/2).

Anggoro menyampaikan, dana pihak ketiga (DPK) BSI tumbuh signifikan hingga mencapai Rp 380 triliun atau meningkat 16,20 persen secara tahunan. Pertumbuhan tersebut salah satunya ditopang oleh kinerja tabungan haji yang mencapai Rp 15,9 triliun, dengan kenaikan 10,03 persen secara year-on-year.

“Ini menjadi engine kami yang juga akan membantu untuk penurunan cost of fund,” kata Anggoro.

Lebih lanjut, dari sisi pembiayaan, kualitas aset BSI tetap terjaga dengan rasio non-performing financing (NPF) gross berada di level 1,81 persen. Jumlah pengguna BYOND tercatat mencapai 5,9 juta atau tumbuh 197 persen dengan jumlah ATM BSI mencapai sekitar 6.000 unit, yang meningkat 11 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Selain itu, transaksi melalui EDC, QRIS, dan BEWIZE juga mencatat pertumbuhan yang positif dengan masing-masing mencapai 563 ribu dan 43 ribu sepanjang tahun lalu.

“Ini pertumbuhan tahun lalu (2025) sebanyak 2 juta nasabah, itu adalah pertumbuhan tertinggi sejak BSI berdiri,” ucap Anggoro.

Ia melanjutkan, saat ini BSI memiliki 1.049 kantor cabang, 126 ribu agen, serta sekitar 78 ribu nasabah priority banking, yang tumbuh 17 persen secara tahunan.

“Jadi Alhamdulillah, kantor aset, DPK termasuk tabungan, pembiayaan, termasuk produk baru kami gold, serta MPF bisa terjaga sehingga laba mampu tumbuh 8 persen secara year-on-year,” tutur Anggoro.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Lolos ke Final Piala Asia, Hector Souto Puji Mental dan Kendali Permainan Timnas
• 21 jam lalutvrinews.com
thumb
Presiden Prabowo Sambut Hangat PM Albania, Indonesia-Australia Tegaskan Kerja Sama Keamanan
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Ramai Peserta PBI Dinonaktifkan, Ini Tanggapan BPJS Kesehatan
• 8 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Ogah Balik ke Lapas Nusakambangan, Ammar Zoni Siapkan 4 Saksi Ahli di Sidang Berikutnya
• 9 jam lalugrid.id
thumb
Wamensos Agus Jabo: Sekolah Rakyat Jadi Solusi Cegah Tragedi Siswa di Ngada NTT Terulang
• 6 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.