JAKARTA, KOMPAS.com - Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese menawarkan posisi penugasan terintegrasi (embedded position) bagi perwira senior TNI di Australian Defence Force (ADF) atau Angkatan Pertahanan Australia.
Albanese mengungkap hal ini usai dirinya bersama Presiden Prabowo Subianto menandatangani Traktat Keamanan Bersama di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (6/2/2026).
“Termasuk menawarkan untuk menetapkan posisi penugasan terintegrasi (embedded position) yang baru bagi perwira senior Indonesia di Angkatan Pertahanan Australia, yang mencerminkan dan memperkuat kepercayaan antara kedua negara kita,” ujar Albanese dalam keterangan pers bersama di Istana, Jakarta.
Baca juga: Di Depan PM Albanese, Prabowo Ucapkan Selamat Hari Australia
Menurut Albanese, Indonesia dan Australia merupakan sahabat dekat yang diikat oleh kepentingan bersama. Keduanya juga merupakan negara tetangga dengan salah satu batas maritim terpanjang di dunia.
“Namun hari ini, kita lebih dari sekadar mitra, kita adalah sahabat dekat,” katanya.
Menurutnya, traktat ini merefleksikan eratnya hubungan persahabatan antara kedua negara.
Dalam momen itu, Albanese pun menyinggung kerja sama pertahanan antara Australia dan Indonesia telah berjalan selama tiga dekade, yaitu sejak pemerintahan Paul Keating dan Presiden Soeharto pada 1995.
Baca juga: Prabowo Ingin Perjanjian Sertifikasi Profesi Indonesia–Australia Diperluas
"Hari ini, saya sangat senang menandatangani perjanjian ini dengan Bapak Presiden. Ini adalah momen bersejarah dalam hubungan antar negara kita dan pengakuan bahwa cara terbaik untuk mengamankan perdamaian dan stabilitas di kawasan kita adalah dengan bertindak bersama," ucap dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang