Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Jakarta
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya menegaskan bahwa penguatan ekonomi kreatif di daerah menjadi strategi utama pemerintah dalam mendorong pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Menurutnya, geliat ekraf dari berbagai daerah harus menjadi tulang punggung baru ekonomi Indonesia.
Ia menekankan, Kementerian Ekraf ke depan akan memprioritaskan program-program yang mampu mendorong peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) ekonomi kreatif di daerah sebagai bagian dari kontribusi terhadap PDB nasional.
"Kementerian Ekraf ke depannya lebih banyak memfokuskan untuk kegiatan-kegiatan yang mendukung PDRB ekonomi kreatif sehingga bisa menghasilkan nilai tambah yang signifikan dan terus meningkat," ujar Teuku Riefky dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Jumat, 6 Februari 2026.
Menurutnya, ekonomi kreatif berbasis daerah memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi kekuatan ekonomi nasional bahkan menembus pasar global.
Karena itu, pemerintah mendorong kolaborasi yang lebih kuat antara kementerian dan pemerintah daerah agar potensi lokal bisa diakselerasi secara sistematis.
Salah satu langkah konkret yang didorong Kementerian Ekraf adalah pemetaan dan pendataan pelaku ekonomi kreatif melalui database mapping.
Dengan sistem ini, seluruh pegiat dari 17 subsektor ekraf dapat terintegrasi dalam program bantuan, pelatihan, hingga fasilitasi pembiayaan yang tepat sasaran.
"Tugas Kementerian Ekraf bersama pemerintah daerah adalah mengkurasi para pegiat ekonomi kreatif yang bisa dibawa dari local hero ke tingkat nasional, hingga menjadi national champion yang siap go global. Dengan begitu mereka bisa mendapatkan akses KUR maupun investor dengan pasar yang jelas," jelasnya.
Editor: Redaksi TVRINews




