Indal Aluminium (INAI) Menjelaskan Kondisi Perusahaan Terkini

bisnis.com
4 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, SURABAYA — Emiten pengolahan aluminium, PT Indal Aluminium Industri Tbk. (INAI) menjelaskan tidak terdapat aksi korporasi maupun informasi material yang dapat memengaruhi pergerakan harga saham perseroan, menyusul penghentian sementara perdagangan saham (suspensi) oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).

Direktur INAI Cahyadi Salim menyampaikan bahwa perseroan secara konsisten berkomitmen menjalankan prinsip keterbukaan informasi kepada investor dan pemegang saham. 

Menurutnya, setiap rencana atau tindakan korporasi yang berpotensi memengaruhi keputusan investasi akan disampaikan kepada publik sesuai ketentuan yang berlaku.

“Perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat memengaruhi nilai efek maupun keputusan investasi pemodal. Tidak ada pula rencana aksi korporasi dalam waktu dekat,” ujar Cahyadi dalam paparan publik insidentil di Surabaya, Jumat (6/2/2026).

BEI sebelumnya menghentikan sementara perdagangan saham INAI pada 28 Januari 2026 dalam rangka cooling down, menyusul lonjakan harga kumulatif yang signifikan. Saham INAI tercatat melonjak hingga 102% dari level terendah Rp145 pada periode Juni–Desember 2025 menjadi Rp292 pada 27 Januari 2026. Setelah suspensi dibuka, harga saham INAI bergerak fluktuatif dan ditutup di level Rp177 pada 5 Februari 2026.

Dia menjelaskan, kenaikan kinerja penjualan perseroan terutama dipengaruhi kembali dibukanya akses ekspor ke Amerika Serikat sejak pertengahan 2025. Hal ini menyusul rampungnya kepastian administratif serta ketetapan tarif impor aluminium dan baja sebesar 50% yang berlaku seragam bagi seluruh negara.

Baca Juga

  • Haiyanto Jual Lagi Jutaan Lembar Saham Indal Aluminium (INAI)
  • Haiyanto Lego Sebagian Saham Indal Aluminium (INAI)
  • Konglomerat di Balik Indal Aluminium Industry (INAI), yang Sempat Jadi Top Gainer Awal Pekan Ini

“Sejak Juli 2025 kami kembali bisa mengekspor ke Amerika Serikat setelah sempat terhenti sejak awal 2024. Kepastian tarif membuat aktivitas ekspor kembali berjalan dan berdampak pada peningkatan penjualan,” jelasnya.

Dia menambahkan, meski tarif impor tergolong tinggi, perseroan tetap kompetitif karena memiliki diferensiasi kualitas dan spesifikasi produk aluminium ekstrusi yang dibutuhkan pasar Amerika Serikat. Dengan tarif yang setara antarnegara, kualitas produk menjadi faktor pembeda utama.

Dari sisi kinerja, dia menerangkan, hingga September 2025 penjualan INAI menunjukkan tren meningkat. Pada kuartal I/2025, penjualan tercatat Rp207,33 miliar, meningkat menjadi Rp373,17 miliar pada kuartal II/2025, dan kembali naik menjadi Rp583,51 miliar pada kuartal III/2025.

"Komposisi penjualan juga mengalami pergeseran, dengan kontribusi ekspor meningkat menjadi 60,3% pada Januari–September 2025, dibandingkan 46,3% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara penjualan domestik turun menjadi 39,7%," katanya.

Meski demikian, dia menegaskan, secara tahunan penjualan dan laba bersih 2025 masih tercatat lebih rendah dibandingkan 2024 akibat tekanan tarif dan kebijakan antidumping sebelumnya. 

Manajemen menyatakan fokus perseroan pada 2026 adalah mengembalikan volume penjualan dan menjaga daya saing di pasar ekspor, di tengah tantangan kenaikan harga aluminium global yang mencapai 25%–30%.

Terkait ketentuan pasar modal, Cahyadi menegaskan, free float INAI telah berada di kisaran 22%, di atas ketentuan minimum BEI. Perseroan juga memastikan tidak terdapat aktivitas pemegang saham tertentu sebagaimana diatur dalam POJK terkait insider trading.

“Intinya, kenaikan harga saham bukan disebabkan oleh aksi korporasi atau kebijakan tertentu dari perseroan. Operasional berjalan normal dan kami tetap fokus pada pemulihan kinerja,” pungkasnya. (K24)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
GEMA ENGLISH Galung Maloang 2026: Bangun Kepercayaan Diri Anak Sejak Dini
• 12 jam laluharianfajar
thumb
KPK Segel Ruang Kerja Ketua dan Wakil Ketua PN Depok
• 6 jam lalukompas.com
thumb
Korban Peluru Nyasar di Lumajang Mulai Pulih, Polisi akan Lakukan Uji Balistik | KOMPAS MALAM
• 19 jam lalukompas.tv
thumb
Hadiri Zayed Award 2026, Megawati Peringatkan Bahaya AI Tanpa Regulasi
• 17 jam lalumerahputih.com
thumb
Bapanas Pastikan Harga dan Kualitas Pangan di Jatim dalam Kondisi Aman Jelang Ramadan dan Idulfitri
• 7 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.