Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggelar operasi pangan murah di 197 lokasi untuk menekan dampak kenaikan harga daging sapi yang sempat terjadi di sejumlah pasar di ibu kota. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat, terutama jelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Asisten Perekonomian dan Keuangan (Asperkeu) DKI Jakarta, Suharini Eliawati mengatakan, meski harga daging sapi sempat mengalami lonjakan, kini stok daging di Jakarta dipastikan dalam kondisi aman.
Advertisement
“Distribusi pangan murah sudah kita lakukan di 197 titik untuk memudahkan masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga terjangkau,” kata Eli dalam keterangannya, dikutip Jumat (6/2/2026).
Dia menyampaikan, lonjakan harga daging sapi dipicu oleh aksi mogok pemotongan daging. Namun, Eli menyebut bahwa aksi tersebut hanya berlangsung satu hari dan berdampak sementara terhadap harga di pasar.
“Memang sempat terjadi lonjakan karena para pemotong menyatakan mogok. Tetapi stok kita tersedia dan dukungan BUMD sangat tinggi, sehingga kondisi cepat terkendali,” katanya.

