PACITAN, KOMPAS.TV – Gempa bumi bermagnitudo 6,4 mengguncang Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Jumat (6/2/2026) dini hari tadi. Akibat peristiwa ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan melaporkan lima rumah warga mengalami kerusakan dan satu orang meninggal dunia.
Hingga kini BPBD setempat masih melakukan pendataan dan pengupayaan bagi warga yang terdampak gempa yang terasa hingga daerah Bantul, Sleman, Pacitan, Tuban, Jepara, dan sejumlah wilayah di Jawa Tengah.
Pada Jumat pagi, warga di sejumlah wilayah terdampak tampak bergotong royong membersihkan puing-puing bangunan yang ambruk akibat kuatnya guncangan gempa. Material bangunan berupa batu bata, kayu, hingga genteng terlihat berserakan di sekitar rumah warga.
Baca Juga: Gempa Pacitan Robohkan Atap Teras Rumah Warga, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Salah satu rumah yang mengalami kerusakan cukup parah adalah milik Sumarno, warga Kelurahan Ploso, Kecamatan Pacitan. Bagian teras dan dinding rumah tersebut ambruk saat gempa terjadi. Beruntung, Sumarno beserta keluarga yang saat itu sedang tertidur berhasil menyelamatkan diri dan keluar rumah.
Selain itu, atap dapur milik warga bernama Juminto juga dilaporkan roboh. Tidak ada korban jiwa akibat tertimpa reruntuhan bangunan dalam peristiwa tersebut.
Menurut hasil pantauan BPBD Pacitan, hingga saat ini terdapat lima rumah yang dilaporkan rusak akibat gempa. Sementara itu, satu warga dilaporkan meninggal dunia pascagempa.
“Nah, dan kejadian yang ada di Desa Tanjungpuro, Kecamatan Ngadirjo itu ada salah satu warga yang meninggal dunia, Bapak Joko Santoso, usia 53 tahun. Beliau sebenarnya sudah berhasil menyelamatkan diri berkumpul bersama warga yang lainnya. Bahkan setelah gempa selesai yang beliau sempat berbincang-bincang dengan tetangganya. Nah, ketika berdiri langsung beliau ambruk,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Pacitan, Erwin Andriatmoko, dikutip dari YouTube KompasTV, Jumat (6/2).
Korban diduga meninggal dunia akibat syok pascagempa. Selebihnya, BPBD masih melakukan pendataan lanjutan untuk memastikan jumlah total kerusakan yang ditimbulkan.
Meskipun BMKG menyatakan gempa yang berpusat di 90 kilometer tenggara Pacitan, Jawa Timur tidak berpotensi tsunami, BPBD setempat tetap mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan serta segera melaporkan jika ditemukan kerusakan bangunan yang membahayakan keselamatan.
Penulis : Mareta Galuh Ayuningtyas Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- Jawa Timur
- Gempa pacitan
- Korban jiwa
- Kerusakan rumah
- Bpbd pacitan





