Semrawutnya Jalan Pantura Karawang: Lubang di Mana-mana, Rawan Celaka

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Lubang-lubang menganga di sepanjang Jalan Pantura, Karawang, Jawa Barat, kian mengkhawatirkan. Permukaan jalan dilaporkan sudah banyak memakan korban. Padahal ini jalur vital pada masa mudik Lebaran yang segera datang.

Pantauan kumparan pada Jumat (6/2), sejumlah titik di ruas Pantura Karawang mulai dari Klari hingga Purwasari, memperlihatkan kondisi aspal yang rusak.

Jalan nasional yang menjadi urat nadi pergerakan ekonomi dan transportasi antarkota itu kini dipenuhi lubang dengan kedalaman bervariasi. Permukaannya yang bergelombang pun membahayakan pengguna jalan.

Alhasil suasana lalu lintas pun semrawut. Arus kendaraan melambat, terutama saat truk-truk bertonase besar mencoba menghindari lubang dengan berpindah lajur secara tiba-tiba.

"Rusak mah udah dari lama, dari awal Januari juga udah parah, bikin macet panjang," ucap Arum (22), warga setempat.

Kata dia, kerusakan tersebut semakin parah belakangan ini saat musim hujan. Selain memicu kecelakaan, sistem drainase di sekitar jalan yang jelek pun membuat jalanan menjadi banjir.

"Paket lengkap, jalan butut, banjir juga. Pokoknya jelek deh," keluhnya.

Truk Terguling Hantam Lubang

Salah seorang driver ojol, Imam (35), cukup sering melihat pemotor yang terjatuh atau sepeda motor yang mengalami kerusakan akibat jalan rusak.

"Baru tadi kan ada truk terguling di Kosambi, daerah Pancawati," ujarnya.

"Pernah juga waktu itu di sekitar (Fuel) Pertamina (Cikampek) velg motor sampai pecah kena lubang, tapi alhamdulillah selamat orangnya. Saya setut motornya," tambah Imam.

Lebaran Sebentar Lagi

Selaku pengguna jalan aktif, ia berharap pemerintah terkait segera menangani kerusakan jalan tersebut sebelum korbannya semakin banyak.

"Penginnya mah segera benerinlah. Lebaran kan bentar lagi masa mau rusak terus," serunya.

Terpisah, Bupati Karawang Aep Syaepuloh membenarkan jalan nasional yang rusak di wilayahnya begitu ramai dikeluhkan warga.

Ia akan terus meminta Satker PPK 1.1 Jabar selaku penanggung jawab jalan tersebut agar segera melakukan perbaikan.

Satker PPK 1.1 Jabar adalah unit teknis Kementerian PUPR yang bertanggung jawab langsung atas pemeliharaan dan perbaikan ruas jalan nasional di wilayah Bekasi hingga Karawang.

Aep juga menjelaskan, dia bersama Gubernur Jabar Dedi Mulyadi sudah berkoordinasi dengan Kementerian PU dan Balai Pengelola Jalan Tol pada Kamis (5/2) kemarin membahas jalan lubang.

Exit Tol Karawang Barat dan Timur Diambil Alih

Selain itu, Aep juga memastikan penanganan jalan rusak di Exit Tol Karawang Barat dan Timur diambil alih oleh pemerintah daerah.

"Pemprov Jabar menyelesaikan Karawang Barat dan kami Pemkab Karawang akan membenahi akses tol Karawang Timur," jelasnya.

Pengambilalihan kewenangan ini, menurut Aep, demi percepatan penanganan dan kenyamanan masyarakat.

"Kolaborasi ini wujud komitmen Pak Gubernur dan kita semua memastikan seluruh jalanan dalam kondisi baik dan mulus," papar Aep.

Ada 361 Lubang

Di sisi lain, Satker PPK 1.1 Jabar mencatat, di sepanjang 95 kilometer ruas jalur Pantura Karawang, terdapat 361 lubang yang telah disisir.

Sejak pekan lalu, Satker telah melakukan penanganan awal dengan penambalan lubang (patching) menggunakan Cold Mix atau Hot Mix (CAP).

"Dari hari Jumat kemarin kita sudah berjalan. Hari Kamis kan kami sudah berkontrak dengan vendor. Jumlah lubang awal sebelum kontrak 361 lubang, per status hari ini 287 lubang," sebut Kawaslap PPPK 1.1 Jabar, Dedi Permayadi, saat dikonfirmasi.

Disinggung soal wacana rekonstruksi total jalan Pantura, Dedi menepis. Dia menyebut untuk penanganan total membutuhkan anggaran yang sangat besar, sementara di sisi lain, pagu anggaran dipangkas drastis akibat kebijakan efisiensi.

"Ada rekonstruksi itu kan gak semuanya. Nilainya nggak sebanyak itu. Kita sekadar pemeliharaan. Contohnya untuk (jalan) menjadi beton itu per 1 kilo (butuh) Rp 100 miliar, pokoknya gedelah," kata Dedi.

Dia juga menekankan bahwa fokus kebijakan Presiden Prabowo adalah soal pangan, bukan infrastruktur seperti presiden sebelumnya.

"Kan yang berkaitan kebijakan Presiden hari ini bukan infrastruktur, tapi soal ketahanan pangan. Tapi walaupun begitu, yang penting kita melaksanakan tugas," ujar Dedi.

Dedi menargetkan perbaikan jalan bisa rampung sebelum momentum Lebaran.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Harga Tiket Parkir di Stadion SoFi Lebih Tinggi daripada Pertandingan
• 22 jam lalutvrinews.com
thumb
Jaksa Temukan Bukti Tekanan Proyek Chromebook, Kesaksian PPK Mundur Bisa Beratkan Hukuman Nadiem
• 6 jam lalujpnn.com
thumb
Timnas Futsal Indonesia Ukir Sejarah Baru Usai Melaju ke Final Piala Asia Futsal 2026
• 7 jam laluterkini.id
thumb
HUT Ke-18 Gerindra, Muzani Serukan Prabowo Presiden Dua Periode!
• 1 jam laluokezone.com
thumb
7 Rekomendasi Laptop Terbaik untuk Pelajar, Harga Mulai Rp2,5 Juta
• 6 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.