Jakarta, tvOnenews.com - Upaya mendorong perempuan pengusaha dari keluarga prasejahtera untuk naik kelas terus menunjukkan hasil positif. Melalui ekosistem Holding Ultra Mikro, PT Permodalan Nasional Madani bersama BRI membuka peluang bagi nasabah PNM Mekaar untuk berkembang dan mengakses pembiayaan dengan skala yang lebih besar.
Selama ini, PNM Mekaar dikenal sebagai pintu awal pembiayaan bagi perempuan prasejahtera. Program tersebut kini berperan sebagai fondasi lahirnya pelaku usaha ultra mikro yang berupaya meningkatkan kesejahteraan keluarga. Manfaat tersebut salah satunya dirasakan oleh Kresnawati, nasabah PNM Mekaar asal Indramayu.
Sebagai nasabah sekaligus ketua kelompok, Kresnawati mengaku terbantu karena dapat mendukung perekonomian keluarga tanpa harus meninggalkan rumah.
Sejak memperoleh pembiayaan dari PNM, ia membuka warung kelontong di depan rumah dan menjual berbagai kebutuhan harian. Kondisi tersebut semakin berarti karena anaknya memiliki kebutuhan khusus yang memerlukan perhatian serta biaya tambahan.
“Alhamdulillah saya ditawarkan jadi agen BRILink Mekaar, jadi bisa punya tambahan uang tanpa harus meninggalkan anak,” ungkapnya.
Melalui ekosistem Holding Ultra Mikro, nasabah PNM Mekaar didorong untuk menambah sumber penghasilan dengan bergabung sebagai Agen BRILink Mekaar.
Peran ini memungkinkan nasabah tidak hanya menjalankan usaha utama, tetapi juga menjadi perpanjangan layanan keuangan yang memudahkan transaksi masyarakat di sekitarnya.
Sejak 2021 hingga saat ini, lebih dari 2,5 juta nasabah PNM Mekaar telah merasakan manfaat ekosistem Holding Ultra Mikro dan berhasil naik kelas ke dalam BRI Group.
Dari jumlah tersebut, lebih dari 430 ribu perempuan prasejahtera di berbagai daerah di Indonesia merasakan dampak peningkatan pendapatan setelah bergabung sebagai Agen BRILink Mekaar, termasuk yang dialami Kresnawati.
Proses pendampingan yang dilakukan secara rutin oleh Account Officer PNM turut berperan penting dalam mendorong transformasi usaha nasabah.
Pendampingan tersebut dilakukan melalui pertemuan kelompok, pelatihan pengembangan usaha, serta penguatan jejaring sosial.
Pendekatan pemberdayaan yang terintegrasi ini dinilai mampu menciptakan dampak jangka panjang. Mulai dari kemudahan akses permodalan, peningkatan kapasitas usaha, hingga perluasan peran ekonomi di tingkat lokal, perempuan pengusaha prasejahtera kini tidak hanya bertahan, tetapi terus melangkah menuju usaha yang lebih mandiri dan berdaya saing. (rpi)


