Bangunan pondok pesantren (ponpes) Al Adalah di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, ambruk imbas bencana tanah bergerak, Senin (2/2). Tak hanya ponpes, insiden ini juga merusak ratusan bangunan lainnya.
Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Jateng, Bergas C Penanggungan mengatakan, bencana tanah bergerak ini terjadi pada Senin (2/1) setelah kawasan tersebut diguyur hujan deras.
"Ada bangunan sebanyak 464 unit bangunan yang terdampak. Termasuk bangunan di lingkungan Ponpes Al Adalah terdampak rusak karena tanah gerak," ujar Bergas, Jumat (6/2).
Tidak ada korban jiwa dan luka dalam musibah robohnya ponpes Al Adalah. Seluruh santri sudah diungsikan ke tempat yang lebih aman.
"Alhamdulillah tidak ada korban. Di situ ada 500 santri," jelas dia.
464 Bangunan, 2.425 Jiwa TerdampakSecara keseluruhan ada 464 bangunan yang terdampak dalam musibah tanah gerak di Padasari. Rinciannya, 6 sekolah, 7 tempat ibadah, 21 bangunan fasilitas sosial, bangunan 1 unit, 3 akses jalan hingga bendungan.
"Bangunan yang rusak berat ada 205 unit, yang rusak sedang 174 unit dan rusak ringan 85 unit," sebut Bergas.
Ia menyebut ada 590 KK atau 2.425 jiwa mengungsi akibat kondisi ini. Sebab, selain rumah mereka yang rusak, masih ada potensi tanah gerak susulan.
"Operasi tanggap darurat fokus pada keselamatan warga, pemenuhan kebutuhan dasar, layanan kesehatan, dan penguatan logistik. Penyiapan hunian sementara dan perbaikan infrastruktur menunggu rekomendasi teknis Badan Geologi," kata Bergas.





