Satu Kebohongan Kecil Bisa Menghancurkan Iman | KALAM HATI

kompas.tv
2 jam lalu
Cover Berita

Ceramah ini menegaskan bahwa kejujuran bukan sekadar akhlak baik, melainkan fondasi iman dan sumber keberkahan hidup.

Rasulullah SAW menjelaskan bahwa seorang mukmin masih mungkin memiliki rasa takut dan sifat pelit, karena itu bagian dari kelemahan manusia.

Namun ada satu sifat yang sama sekali tidak bisa berdampingan dengan iman, yaitu dusta.

Tanpa sadar, kebiasaan berbohong justru sering dimulai dari rumah. Orang tua mengajarkan kebohongan kecil kepada anak, sekadar untuk menghindari tangisan atau rengekan.

Padahal kebiasaan ini perlahan menanamkan benih bahaya: membenarkan dusta dalam kondisi apa pun.

Rasulullah SAW mengingatkan bahwa dusta adalah induk dari berbagai dosa dan kemaksiatan.

Ada kisah seorang pendosa yang datang kepada Rasulullah karena ingin bertobat, namun selalu gagal.

Ia meminta satu amalan sederhana agar bisa berhenti dari maksiat. Jawaban Rasulullah SAW sangat singkat namun menggetarkan:
“L takzib.” Jangan berbohong.

Kejujuran itulah yang akhirnya menjadi benteng, hingga satu per satu pintu dosa tertutup dengan sendirinya.

Nilai kejujuran ini diperkuat dengan kisah nyata dari sejarah Islam tentang Mubarak, seorang penjaga kebun kurma yang sederhana.

Selama bertahun-tahun bekerja, ia tidak pernah sekalipun mencicipi kurma yang dijaganya.

Ketika ditanya mana kurma terbaik, ia menjawab jujur, “Saya tidak tahu.” Alasannya sederhana: tugasnya menjaga, bukan mengambil hak yang bukan miliknya.

Kejujuran itu menggugah hati sang pemilik kebun. Ia bahkan memperkenalkan Mubarak kepada putrinya.

Sang anak, yang cantik, berasal dari keluarga kaya, dan satu-satunya, mengikuti arahan ayahnya.

Saat ditanya kesannya tentang penjaga kebun itu, jawabannya sederhana namun penuh makna: biasa saja, tapi jujur.

Dari sinilah cinta tumbuh dari mata turun ke hati.

Dari pernikahan seorang wanita salehah dengan pria yang jujur dan beriman, lahirlah seorang ulama besar yang namanya dikenal sepanjang sejarah: Syaikh Abdullah bin Al-Mubarak, guru utama dari Imam Bukhari rahimahullah. Semua itu berawal dari satu akhlak: kejujuran.

Di akhir ceramah, ditegaskan peringatan yang sangat keras. Kebohongan yang terus dipelihara akan menghantarkan seseorang kepada kemunafikan.

Allah SWT berfirman dalam Surah An-Nisa ayat 145 bahwa orang-orang munafik berada di tingkatan paling bawah dari neraka, dan tidak akan mendapatkan pertolongan sedikit pun.

Ceramah ini menjadi pengingat bagi kita semua agar menjaga hati dan lisan, mendidik anak dengan kejujuran, serta tidak pernah menganggap dusta sebagai hal kecil.

Karena kejujuran menyelamatkan iman, sedangkan dusta menghancurkannya perlahan.

Sahabat Kompas TV,

saksikan video lengkapnya hanya di channel youtube Kalam Hati,

setiap hari Minggu jam 13.00 WIB.

Jangan lupa Like, Comment, and share.

Serta follow akun Instagram kita di: @dikalamhati

Penulis : Mukhammad-Rengga-

Sumber : Kompas TV

Tag
  • kalam hati
  • kalam hati kompas tv
  • kajian islami
  • ceramah agama
  • kultum
Selengkapnya


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Video: Danantara Resmikan Fasilitas Pabrik Biorefinery Cilacap
• 1 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Indonesia Arena Full House! Dukungan Penuh untuk Timnas Futsal Indonesia, Tiket Final Piala Asia 2026 Sold Out
• 7 jam lalubola.com
thumb
Getaran Gempa M 6,4 di Pacitan Terasa hingga Surabaya
• 18 jam laludetik.com
thumb
Badminton Asia Team Championships: Beregu Putri Indonesia Singkirkan Thailand
• 5 jam lalubisnis.com
thumb
Mendagri: Presiden mobilisasi personel renovasi rumah korban bencana
• 14 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.