GenPI.co - Setelah putus cinta dari Gerard Pique karena isu perselingkuhan, penyanyi cantik Shakira harus menghadapi patah hati.
Dilansir Your tango, setiap orang setidaknya memiliki satu cerita putus cinta.
Cerita yang tampaknya membentuk pandangan tentang cinta dan cara menghadapi patah hati.
Putus cinta memang menyakitkan dan hampir selalu membutuhkan waktu untuk pulih.
Meski patah hati menjadi pengalaman universal, cara seseorang mengalaminya bisa berbeda berdasarkan gender.
Para peneliti dari Universitas Binghamton dan University College London pun melakukan sebuah studi.
Studi tersebut bertujuan untuk mengetahui apakah wanita menangani PRG (Post Relationship Grief atau Kesedihan Setelah Hubungan) secara berbeda dibanding pria.
Studi ini dilakukan melalui survei daring terhadap 5.705 pria dan wanita berbahasa Inggris dari 96 negara.
Dari jumlah tersebut, 75 persen responden melaporkan pernah mengalami putus cinta.
Wanita menjadi mayoritas responden, jumlahnya tiga kali lipat dibanding laki-laki.
Dari 98 persen peserta yang pernah mengalami putus cinta, 96 persen melaporkan trauma emosional seperti kemarahan, depresi, dan kecemasan.
Sementara itu, 93 persen peserta mengalami trauma fisik, termasuk mual, kurang tidur, dan penurunan berat badan.
Intensitas PRG serupa antara laki-laki dengan wanita.
Namun, cara mereka mengekspresikan kesedihan berbeda.
Wanita cenderung fokus pada harga diri dan kepercayaan diri, sedangkan pria lebih merefleksikan intensitas serta durasi kesedihan.
Tingkat PRG lebih rendah pada individu yang memulai perpisahan dibandingkan dengan mereka yang tidak.
Menariknya, wanita lebih sering menjadi pihak yang memutuskan hubungan.
Alasan paling umum untuk putus cinta ternyata sederhana, yakni kurangnya komunikasi. (*)
Video heboh hari ini:

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5495424/original/073309000_1770369689-1001912126.jpg)


