Jurus BYD Ekspansi Dealer untuk Rambah Konsumen di Luar Jawa

bisnis.com
1 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Produsen mobil listrik asal China, BYD Indonesia, mengungkapkan sejumlah strategi untuk memperluas jaringan dealer kendaraan listrik di wilayah kota tier 2 di Indonesia.

Head of Marketing, PR & Government BYD Indonesia Luther T. Panjaitan mengatakan terjadi lonjakan pembelian kendaraan listrik di sejumlah daerah. Peningkatan tersebut didorong tidak hanya oleh efisiensi konsumsi energi dan jarak tempuh, tetapi juga oleh ketersediaan infrastruktur.

Menurutnya, di beberapa wilayah pasokan bahan bakar minyak (BBM) relatif terbatas, sementara akses listrik lebih mudah. Kondisi tersebut membuat kendaraan listrik dipandang sebagai solusi mobilitas yang lebih praktis bagi masyarakat setempat.

“Di beberapa daerah tier 2, khususnya di luar Pulau Jawa, sering terjadi antrean BBM yang sangat panjang. Sehingga EV menjadi alternatif dan solusi bagi masyarakat untuk beralih dari kendaraan ICE atau diesel ke kendaraan listrik,” ujar Luther di JIExpo Kemayoran, dikutip Jumat (6/2/2026).

Dia menambahkan, adopsi kendaraan listrik di daerah tidak semata didorong oleh efisiensi energi, tetapi juga menjadi solusi atas persoalan mobilitas lokal. Selain itu, faktor beban pajak yang lebih ringan serta pengeluaran harian yang lebih efisien turut memperkuat minat masyarakat terhadap kendaraan listrik.

Oleh sebab itu, BYD akan mengakselerasi pembangunan jaringan dealer di Indonesia pada 2026. Saat ini, jumlah dealer BYD tercatat sebanyak 80 cabang pada 2025, meningkat signifikan dibandingkan 34 cabang pada 2024.

Baca Juga

  • BYD Luncurkan Varian Baru Atto 3 di IIMS 2026, Harga Rp415 Juta
  • Pemerintah Pastikan Pabrik Mobil Listrik BYD Cs Mulai Produksi Usai Lebaran
  • Ada Investasi Vinfast-BYD, Anak Buah Airlangga Sebut RI Menuju Kemandirian EV

Perseroan pun membidik kenaikan jumlah dealer hingga dua kali lipat pada 2026 menjadi sekitar 160 cabang.

“Pembangunan jaringan dealer kami kini difokuskan ke daerah dan kota-kota tier 2. Targetnya meningkat dua kali lipat dibandingkan jumlah dealer tahun lalu,” pungkasnya.

Dari sisi kinerja penjualan, BYD mencatatkan distribusi wholesales sebanyak 46.711 unit sepanjang 2025. Adapun penjualan ritel tercatat sebesar 44.342 unit pada periode yang sama.

Sebagai informasi, BYD telah memiliki pabrik yang berlokasi di kawasan Subang Smartpolitan, Jawa Barat. Fasilitas tersebut dibangun di atas lahan seluas 108 hektare dengan kapasitas produksi mencapai 150.000 unit per tahun. Nilai investasinya diperkirakan sekitar Rp11,7 triliun dan dijadwalkan mulai beroperasi pada kuartal I/2026.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Peduli Petani, Bupati Takalar Daeng Manye Gelar Bincang Petani di Desa Su’rulangi
• 5 jam laluharianfajar
thumb
Kakek Penjual Mainan di Deli Serdang Diduga Cabuli 20 Siswi SD
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Kasi Intel Kejari Luwu Prasetyo Atensi Aspirasi Pembentukan Luwu Tengah dan Provinsi Tana Luwu
• 14 jam laluharianfajar
thumb
IIMS 2026: Jaecoo Ajak Pengunjung Pilih Desain dan Fitur J5 EV Sesuai Selera
• 14 jam lalumedcom.id
thumb
PKB Bulat Dukung Prabowo 2 Periode, tapi Cawapres Belum Dibahas
• 9 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.