JAKARTA, KOMPAS.com - Komika Pandji Pragiwaksono membuka peluang diskusi dengan para pelapornya terkait materi stand up comedy berjudul Mens Rea.
“Tentu alangkah lebih baik kalau kami duduk bareng dan mencoba untuk menyampaikan maksudnya. Selalu terbuka (diskusi) kok,” kata Pandji saat ditemui di Mapolda Metro Jaya, Jumat (6/2/2026).
Pandji menilai dialog diperlukan untuk meluruskan kesalahpahaman yang membuat sejumlah pihak tersinggung hingga melaporkannya.
Baca juga: Diperiksa Polisi, Pandji Pragiwaksono Ditunjukkan Potongan Video Mens Rea dari TikTok
“Saya selalu membuka ruang untuk dialog dan secara historikal juga ada terlalu banyak bukti yang menunjukkan bahwa dalam sebuah kesalahpahaman atau ada ketidaksesuaian penangkapan makna dari karya seni saya, saya selalu bersedia untuk dialog,” tutur Pandji.
Dalam proses klarifikasi yang berlangsung sekitar lima jam di Polda Metro Jaya, Pandji menerima 63 pertanyaan terkait penyelenggaraan pertunjukan Mens Rea yang berujung pada laporan polisi.
Pertanyaan tersebut mencakup sejumlah materi dalam pertunjukan, mulai dari pernyataan soal dua organisasi masyarakat yang disebut menerima politik balas budi dalam bentuk tambang, pemilihan pemimpin berdasarkan ibadah, banyaknya tokoh populer menjadi pemimpin di Jawa Barat, hingga pembahasan mengenai salat safar di pesawat.
“Yang ditanyakan itu, selain soal data pribadi standar, itu ditanyakan soal nama-nama saja pelapor terhadap Pandji. Lalu ditanyakan soal penyelenggaraan,” kata kuasa hukum Pandji, Haris Azhar.
Menurut Haris, penyidik juga memperlihatkan sejumlah potongan video pertunjukan Mens Rea yang beredar di berbagai akun media sosial, termasuk TikTok.
“Lalu dipertunjukkan kepada Pandji potongan-potongan video dari akun-akun bukan Netflix,” kata Haris lagi.
Baca juga: 281.725 Peserta BPJS PBI di Depok Dinonaktifkan Per 31 Januari 2026
Polda Metro Jaya mencatat ada 5 laporan polisi (LP) dan 1 aduan masyarakat (dumas) yang melaporkan materi komedi Pandji Pragiwaksono berjudul “Mens Rea” yang tayang di platform streaming Netflix.
“Terdapat 6 laporan yang terdiri dari 5 laporan polisi dan 1 laporan pengaduan terhadap PP berkaitan dengan acara bertajuk ‘Mens Rea,’” jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto saat ditemui wartawan, Rabu (28/1/2026).
Laporan pertama dilayangkan oleh Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (NU) dan Aliansi Muda Muhammadiyah yang diwakili oleh koordinatornya, Rizki Abdul Rahman Wahid.
Laporan ini teregistrasi dalam nomor LP/B/166/I/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA tanggal 8 Januari 2026.
Dua hari kemudian, laporan kedua menyusul dalam bentuk aduan masyarakat dari seorang berinisial BU.
Sepekan berlalu, pelapor atas nama FW ikut bergabung dalam barisan pelapor Pandji bersama Rizki, Jumat (16/1/2026).




