Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) telah meresmikan peletakan batu pertama atau groundbreaking di 6 proyek hilirisasi. Chief Executive Officer Danantara Rosan Roeslani mengungkapkan, 6 proyek yang bergerak disektor energi, pertambangan, pertanian, dan peternakan tersebut senilai Rp 110 triliun.
Menurutnya, proyek ini akan menciptakan lapangan pekerjaan sekitar 3.000 lapangan pekerjaan baik secara langsung, maupun secara tidak langsung dan melibatkan banyak pemangku kepentingan termasuk juga usaha kecil menengah di daerah proyek beroperasi.
"Memang dengan 6 proyek ini akan kurang lebih investasinya kami itu mencapai US$ 7 miliar atau kurang lebih Rp 110 triliun," ujarnya di kantor Danantara Jakarta, Jumat (6/2/2026).
Menururtnya, proyek hilirisasi ini bukan hanya berfokus pada investasi, melainkan juga menciptakan multiplier efek seperti terbukanya lapangan pekerjaan hingga pertumbuhan daerah yang berujung pada pertumbuhan nasional.
- Free Float Saham Masih 9,91%, Bos BSI (BRIS) Ungkap Rencana Kejar 15%
- CIO Danantara Pandu Sjahrir Bongkar Akar Masalah Bursa RI
"6 proyek hilirisasi yang sebetulnya berlokasi di 13 daerah karena ada 1 proyek hilirisasi poultry atau peternakan ayam ini di 6 kota," sebutnya.
Rosan menyebut, proyek-proyek tersebut mencakup sektor mineral energi dan agroindustri yang merupakan tulang punggung dari transformasi ekonomi nasional ke depannya. Proyek ini menjadi fokus Presiden RI Prabowo Subianto karena akan berdampak langsung bagi ekonomi dan masyarakat.
Ia memaparkan, kontribusi dari proyek hilirisasi meningkat setiap tahunnya. Pada tahun 2025 proyek hilirisasi ini menyumbang kurang lebih 30% dari total investasi yang masuk ke Indonesia atau senilai Rp 584,1 triliun. Capaian tersebut naik 43,3% secara tahunan.
"Jadi memang hilirisasi ini akan meningkat secara dalam dan kalau kita lihat memang sebelumnya hilirisasi ini lebih berpusat di dua daerah. Karena adalah Indonesia Mineral terutama di daerah Maluku dan juga di daerah Maluku Utara dan juga di daerah Sulawesi. Dan itu kita harapkan penyebarannya menjadi lebih baik kalau kita lihat tadi penyebaran juga akan menjadi lebih meningkat ke depannya," jelasnya.
Adapun 6 proyek tersebut sebagai berikut:
- Fasilitas pengolahan bauksit, alumina, dan alumunium di Mempawah, Kalimantan Barat.
- Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) 2 di Mempawah, Kalimantan Barat.
- Pabrik bioethanol Glenmore fase 1 di Banyuwangi, Jawa Timur.
- Pabrik biorefinery (bioavtur) di Cilacap, Jawa Tengah.
- Proyek peternakan unggas terintegrasi di Malang, Gorontalo Utara, Lampung Selatan, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
- Pabrik garam di Sampang-Madura, Manyar-Gresik, dan Segoromadu 2-Gresik.
(dem/dem)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5494686/original/061570900_1770307631-20260205BL_Timnas_Futsal_Indonesia_Vs_Jepang_AFC_Futsal_Asian_Cup_2026-40.jpg)