Cerita Merlins, Mahasiswa Asal Papua Jadi Wisudawan Tercepat Dokter Spesialis UGM

medcom.id
3 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: dr. Merlins Renatasia Waromi, Sp.MK tak menyangka berhasil menyelesaikan studi pendidikan dokter spesialis di Universitas Gadjah Mada (UGM) hanya dalam waktu 3 tahun 2 bulan 16 hari. Perempuan asal Serui, Kabupaten Kepulauan Yapen, Provinsi Papua ini dinobatkan sebagai lulusan tercepat pada Wisuda Program Pascasarjana Periode II 2025/2026, Rabu, 21 Januari 2026. 
 
Merlins bersyukur dinobatkan sebagai wisudawan lulusan tercepat untuk jenjang dokter spesialis. Padahal, ia sempat mengambil cuti selama tiga bulan. 
 
“Sangat bersyukur sekali bisa menempuh pendidikan dengan waktu yang cukup singkat. Padahal itu sebelumnya saya waktu awal masuk itu sempat Ada tidak mengikuti perkuliahan selama 3 bulan karena harus cuti melahirkan. Jadi, kemarin memang saya hitung-hitung kalau misalnya nggak melahirkan mungkin jadinya 2 tahun sekian aja,” kata Merlins dikutip dari laman ugm.ac.id, Jumat, 6 Februari 2026. 

Lulusan dokter spesialis mikrobiologi ini menyelesaikan studi sarjana dan pendidikan profesi dokter di Universitas Cendrawasih, Jayapura.  Pilihannya menempuh dokter spesialis mikrobiologi karena kegemarannya melihat media-media pertumbuhan bakteri dan jamur. 
Menurutnya, dengan warna yang bermacam-macam dan cantik-cantik ketika dilihat kasat mata, itu lah yang menjadi pemicu awal dari rasa penasarannya terhadap bidang ini. Selain itu, ia berpikir dalam dunia kedokteran, biasanya penyakit infeksi lah yang paling banyak ditemukan. 
 
Bidang mikrobiologi sangat membantu untuk mendiagnosis penyakit yang diderita oleh pasien. “Indonesia merupakan salah satu negara dengan beban penyakit infeksi tertinggi di dunia, itulah alasan saya mengambil spesialis ini,” ujar perempuan di usian 35 tahun. 
 
Keputusannya memilih melanjutkan perkuliahan pendidikan dokter spesialis ke UGM karena banyak orang Papua yang nyaman bahkan menganggap Yogyakarta menjadi rumah kedua mereka. Asumsi itu dibuktikannya setelah sampai di Yogyakarta. Merlins mengatakan warga Jogja sangat ramah dan menyambut warga pendatang. 
 
“Yogyakarta itu bagi kami orang Papua itu seperti rumah kedua kami,” kata dia. 
 
Menurutnya, kesempatan melanjutkan pendidikan kedokteran spesialis tidak lepas dari hasil kerja sama UGM dengan mitra perguruan tinggi dan pemerintah daerah di Papua. Kerja sama antara Pemerintah Provinsi Papua Barat dengan UGM telah membantunya melanjutkan pendidikan di UGM melalui beasiswa pendidikan dokter spesialis bagi Orang Asli Papua (OAP) yang menggunakan dana otonomi khusus (Otsus). 
 

Baca Juga :

Tak Mau Jadi Beban, Ryaas Kuliah di UGM Nyambi Narik Ojol

Beasiswa tersebut membuka kesempatan lebar bagi para putra putri daerah untuk melanjutkan beberapa bidang spesialisasi. “UGM ini salah satu universitas negeri yang menjalin banyak kerja sama atau MoU dengan daerah-daerah di provinsi Indonesia Timur, seperti itu, sehingga itu menjadi peluang bagi kami untuk melanjutkan pendidikan di UGM. Kami disekolahkan dari pemerintah daerah berdasarkan MoU dengan UGM tersebut,” cerita dia. 
 
Dalam menyelesaikan program dokter spesialisnya, Merlins mengambil penelitian tentang profil dan pola kepekaan dari bakteri penyebab infeksi yang disebabkan oleh penggunaan kateter di rumah sakit. Sebagai latar belakang dari risetnya ini, Merlin mengangkat kasus tentang Catheter-associated urinary tract infection (CAUTI) atau infeksi saluran kemih yang terjadi akibat penggunaan kateter urin menetap, terutama yang terpasang lebih dari 2 hari. 
 
“Dari penelitian yang saya lakukan ternyata angka kejadian CAUTI di rumah sakit Sarjito itu cukup tinggi dan faktor-faktor resiko penyebabnya itu adalah penurunan tingkat kesadaran dan juga riwayat pembedahan yang terjadi pada pasien-pasien tersebut,” ujar dia. 
 
Selama tiga tahun berkuliah di UGM, Merlins menceritakan ada beberapa tantangan yang dihadapi terutama standar kualitas pendidikan yang berbeda dari kampusnya terdahulu. Ia merasa standar perkuliahan di Indonesia bagian Timur masih memiliki ketimpangan yang jauh dengan apa yang ada di kampus UGM. 
 
Oleh karena itu, ia harus banyak beradaptasi, entah dari segi kemajuan perkembangan teknologi, keilmuan ilmiah, dan sebagainya. Untuk mengatasi keterbatasan dirinya dalam mencerna materi perkuliahan, Merlins harus mampu membuang jauh-jauh perasaan minder dan rasa tidak percaya. 
 
Apabila dirasa tidak mengerti akan materi pembelajaran di kelas, Merlins tidak segan-segan mencari sendiri referensi menggunakan fasilitas perpustakaan atau bertanya dengan rekan mahasiswa lainnya bahkan perawat, tenaga medis hingga dosen. “Di sini untuk mengakali semuanya itu, saya itu orangnya mudah bergaul dan tidak malu untuk bertanya. Jadi dengan proses seperti itu saya bisa mendapatkan solusi-solusi dari kesulitan yang saya hadapi,” kenang dia. 
 
Soal tips keberhasilannya bisa menyelesaikan studi spesialis dalam waktu lebih cepat, Merlins mengaku ia selalu menyiapkan list target dan timeline atas tugas-tugasnya. “Jika jenuh, saya akan mengambil jeda sejenak sebelum kembali fokus dengan tugasnya, dan jika tugasnya tidak berjalan sesuai timeline, maka saya akan mengejar ketertinggalan tersebut,” ungkap dia.
 
Merlins berpesan pada mahasiswa yang tengah menempuh pendidikan spesialis dan subspesialis agar selalu membuang jauh-jauh rasa minder dan selalu disiplin dan percaya diri. Bagi Merlins, tidak ada murid yang bodoh, yang ada hanya murid yang belum bertemu dengan guru yang tepat dan metode pembelajaran yang benar. “Jangan pernah minder, namun kita harus lebih tekun lagi, agar bisa beradaptasi dengan lingkungan yang ada di tempat pendidikan kita,” pesannya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
KPK Tersangkakan Ketua hingga Wakil Ketua PN Depok di Kasus Suap Sengketa Lahan
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Link Download Buku Tuntunan Manasik Haji dan Umrah 2026 Resmi Kemenhaj
• 6 jam laludetik.com
thumb
PKB Tegaskan Dukungan Dua Periode untuk Presiden Prabowo: Manuver Politik Cak Imin? | SAPA PAGI
• 14 jam lalukompas.tv
thumb
Buka Retreat Pejabat Kabupaten Kuningan, Wamendagri Uraikan Pentingnya Sinergi
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Dibongkar I.League, Febri Hariyadi Akhirnya Hengkang dari Persib Sejak 10 Tahun
• 5 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.