Pramono Optimalisasi Pengelolaan Sampah di RDF Rorotan

metrotvnews.com
10 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengoptimalisasi pengelolaan sampah di Refuse Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan, Jakarta Utara. Caranya, dengan memberi batasan pengelolaan sampah, untuk menghindari bau tak sedap.

“Kemarin, kami sudah rapat secara khusus, saya sudah minta sementara ini untuk komisioningnya tidak lebih dari 750 ton per hari dan digunakan dump truck yang baru,” kata Pramono dikutip dari Antara, Jumat, 6 Februari 2026.

Menurut Pramono, saat dilakukan komisioning dengan kapasitas 750 ton per hari, tidak muncul bau. RDF Plant Rorotan merupakan salah satu proyek strategis Pemprov DKI Jakarta dalam mengolah sampah non-organik menjadi material bahan bakar industri. Keberhasilan fasilitas ini sangat bergantung pada teknis operasional di lapangan serta mitigasi dampak lingkungan yang dijanjikan kepada masyarakat sekitar.

Hal ini mendapat dukungan dari masyarakat. Ketua RW 08 Kelurahan Rorotan, Ahmad Fauzi, mengatakan dukungan warga didasari atas kondisi kedaruratan sampah di Ibu Kota. Ia menilai kapasitas pola pengelolaan sampah konvensional saat ini sudah tidak lagi mencukupi pertumbuhan volume sampah harian.
 

Baca Juga :Pembongkaran Tiang Monorel di Rasuna Said, Gubernur: Saya Minta Dipercepat


"Melihat kondisi Jakarta, tidak mungkin terus bergantung pada satu lokasi pembuangan seperti Bantargebang. Kehadiran RDF Plant Rorotan ini menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi beban pembuangan akhir," kata Fauzi.

Meskipun menyatakan persetujuan, warga memberikan catatan kritis terkait dampak lingkungan. Fauzi menegaskan bahwa operasional fasilitas pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif tersebut harus dilakukan dengan standar prosedur yang transparan dan akuntabel.


Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Foto: Dok Antara

Terdapat beberapa poin utama yang menjadi syarat warga, warga ingin pengelola memastikan aktivitas pabrik tidak mencemari lingkungan pemukiman, adanya mekanisme kontrol berkala terhadap standar baku mutu lingkungan. Pengelola harus membuka akses informasi dan jalur pengaduan jika terjadi gangguan operasional yang berdampak pada warga.

"Dukungan warga RW 08 diberikan selama operasional dijalankan secara bertanggung jawab, diawasi ketat, dan tetap membuka ruang komunikasi yang baik dengan masyarakat sekitar," tegas Fauzi.

Ia menambahkan, keterlibatan warga dalam mendukung fasilitas ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi sistem pengelolaan sampah Jakarta secara luas. Namun, ia kembali menekankan bahwa kenyamanan dan keselamatan warga di sekitar lokasi proyek tetap harus menjadi prioritas utama pihak pengelola.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Hadapi Proses Hukum, Vadel Badjideh Ungkap Rindu Dance Bareng sang Kakak
• 14 jam lalugrid.id
thumb
Istana: Perpres kenaikan gaji hakim ad hoc telah diteken Presiden
• 12 jam laluantaranews.com
thumb
Pemkot Surabaya Akan Sidak Pasar Jelang Ramadan Untuk Tekan Inflasi
• 17 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Purbaya Pimpin Sidang Debottlenecking Soal Apotek UMKM dan Bioetanol, Ini Isi Aduannya
• 17 jam laluidxchannel.com
thumb
KPK Sita Rp40,5 Miliar hingga Emas 5,3 Kg di Kasus Suap Importasi Barang Bea Cukai 
• 23 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.