JAKARTA, KOMPAS.com – Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat—ruas strategis yang berada di jantung pusat pemerintahan dan bisnis—kembali menunjukkan wajah kontrasnya.
Usai hujan deras pada Jumat (6/2/2026) siang, sejumlah titik jalan tergenang air akibat permukaan aspal yang berlubang dan bergelombang, meski sebagian lokasi baru saja diperbaiki belum genap dua pekan lalu.
Arus lalu lintas roda dua dan roda empat terpantau lancar, berdampingan dengan bus Transjakarta dan angkutan mikrotrans JakLingko yang melaju ke arah Tugu Tani dan Gondangdia.
Di trotoar, karyawan swasta dan aparatur sipil negara (ASN) yang berkantor di sekitar Jalan Kebon Sirih tampak berlalu-lalang sambil membawa bungkusan makanan dan minuman.
Baca juga: Di Balik Gedung Tinggi Jakarta, Warga Jalan Bakti Bertahan Hidup di Rumah Terpal
Sebagian di antaranya terlihat berjalan berkelompok, hendak menyeberang menuju kawasan kuliner Sabang di sisi selatan jalan.
Namun, aktivitas pejalan kaki sempat terganggu oleh genangan air yang masih tersisa di ujung barat Jalan Kebon Sirih, tepat di sekitar Kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Genangan juga terlihat di badan dan tengah jalan menjelang perempatan menuju kawasan Sabang.
“Minggir aja ke sana lagi, lewat sisi kiri sana aja biar enggak kecipratan,” ujar salah satu karyawan kepada rekan-rekannya.
Akhirnya, mereka memilih menyeberang dari sisi timur perempatan untuk menuju kawasan Sabang.
Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi, genangan air yang muncul setelah hujan deras disebabkan oleh permukaan jalan yang berlubang dan tidak rata.
Sejumlah lubang bahkan tampak telah berulang kali ditambal dengan aspal, hingga membentuk cekungan dan permukaan bergelombang. Pada titik-titik bergelombang inilah air menggenang dan menutupi permukaan jalan.
Lubang jalan tidak hanya ditemukan di satu atau dua titik, melainkan tersebar hampir sepanjang ruas Jalan Kebon Sirih, mulai dari ujung barat di belakang Kantor Kementerian ESDM hingga mendekati kawasan Gondangdia di sisi timur.
Tambalan aspal terlihat di berbagai ukuran, dari kecil hingga besar, berbentuk persegi maupun persegi panjang, dan tersebar di banyak titik.
Baca juga: Jalan Depan Istana Wapres Rusak Lagi Usai Diperbaiki, Apa Sebabnya?
Kawasan pusat pemerintahan dan pusat bisnisJalan Kebon Sirih memiliki panjang sekitar 1,9 kilometer yang menghubungkan kawasan Tanah Abang dengan Tugu Tani. Ujung barat jalan ini berada di dekat Kompleks Perkantoran Bank Indonesia.
Tak jauh dari sana, terdapat Kantor Kementerian ESDM yang membelakangi Jalan Kebon Sirih. Di seberangnya berdiri Gedung Wisma Mandiri 2 yang saat ini digunakan sebagai kantor Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).
Bergerak ke sisi timur, Jalan Kebon Sirih dikelilingi sejumlah kantor strategis, seperti Kantor Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN), Gedung DPRD DKI Jakarta, Istana Wakil Presiden (Wapres) RI, Menara Multimedia Telkom, hingga kompleks perkantoran PT Pupuk Kaltim.





